It’s all about God

Duh…udah lama nih gak update blog..banyak cerita yang bisa dituangkan dalam blog ini sebenarnya.

 

Anyway, sampai detik ini Jeng Jun sungguh mengalami kalau Tuhan itu sungguh baik. Dalam kondisi apapun!! Jeng jun ulangi lagi ya…dalam kondisi apapun!! Tau dong artinya, gak cuma karena jeng jun terima yang baik-baik aja jeng jun bilang Tuhan itu baik. Bahkan dalam setiap persoalan …Tuhan itu sungguh Baik!!!

 

Jeng jun selalu excited setiap kali mengingat pertolongan Tuhan dalam hidup jeng jun. Itu juga yang membuat jeng jun selalu optimis ketika mengalami tantangan hidup.

 

Oia…akhir2 ini jeng jun sedang mengalami “kegalauan” untuk terus tetap bekerja atau quit saja. Jeng jun masih terus mencari jawaban Tuhan.ย  Menurut jeng jun, kita bekerja itu karena panggilan Tuhan. Tuhan menaruh kita di tempat pekerjaan kita sekarang ini karena sebuah kepentingan. Sekalipun posisi kita di mata manusia tidak penting di tempat pekerjaaan kita, namun bagi Tuhan posisi kita sangatlah penting. So, utamakanlah kepentingan Tuhanย  maka Tuhan akan mengutamakan kepentingan kita.

 

Mari terus berkarya bagi Tuhan yuk….

 

***cup

 

Kasih tlah menjadi dingin…

 

Hari ini jeng jun membaca sebuah berita tentang seorang bayi yang ditemukan di pipa saluran toilet dan bayi usia 6 bulan yang dimasukkan ayahnya ke dalam kulkas karena bayi itu tak berhenti menangis. M I R I S !!

 

Kasih itu telah menjadi dingin. Bagaimana bisa orangtua berbuat demikian kepada darah dagingnya yang artinya dirinya sendiri !! Sudah tidak adakah kasih itu? Apakah masalah yang menghimpitnya membuat kasih itu sudah tidak ada lagi ?

 

Hati ini menangis membaca berita itu ๐Ÿ˜ฆ

 

Kasih yang dingin itu butuh dipanaskan kembali. Dunia ini butuh kasih Allah …

 

Bagaimana dunia ini dapat merasakan kasih Allah ? Mereka dapat merasakan kasih Allah lewat kita !!

 

Maukah Anda menjadi saluran kasih Allah kepada dunia ini?

 

Tuhan…aku mau

 

 

**Sedih yang teramat sangat

Pria rajin update status?

 

Sambil menunggu dijemput suami tercinta yang konon katanya sedang di bengkel…aisss, padahal tadi dealnya jemput jeng jun dulu baru sama-sama ke bengkel biar romantis…ishh, jeng jun update blog dulu ah. Tidak ada cerita yang urgent untuk diceritakan sih, cuma mengisi waktu luang ini yang padahal sih bisa ajah diisi dengan mengerjakan report. Tapi tar dulu ah…santaiiii…hihihihi ( sudah diluar waktu kerja-red)

 

Jeng jun cuma wondering ajah sih kenapa ya laki-laki suka esksis update status, keberadaannya, lagi apa dan dimana, dll di social media. Kalau wanita sih wajar begitu…kayak jeng jun salah satunya…hahaha :D. Jeng jun coba refleksikan dengan suami jeng jun yang memang punya account di social mediaย  namun hampir-hampir jaraaaaangggggg sekali update status or upload photo or info keberadaannya. Beda sekali sih sama istrinya..hehehe, malah suami jeng jun suka nasehatin jeng jun untuk tidak bersikap alay begitu…hahahha :D. Apakah jeng jun berhenti sampai disitu? Ya tentu tidak….hahahha

 

Back to the topic, jeng jun sempat penasaran dan bertanya kepada suami jeng jun, kenapa beliau memiliki account di social media tersebut namun tidak pernah di update. Jawaban dia adalah untuk apa? tujuannya apa? manfaatnya apa? Justru dengan begitu norak itu namanya. Tidak puas dengan jawaban tersebut..just curious…akhirnya jeng jun sedikit melakukan study banding ( haiyah..) dengan teman-teman pria yang lain. Dan rata-rata dari mereka menjawab hal yang serupa. Kalau pun ada yang jawab beda..ya memang menurut jeng jun alay juga sih…kok sama kayak jeng jun…hihihihi :p

 

Ok…disini jeng jun gak mau jadi hakim memutuskan itu baik atau tidak baik, tar bisa-bisa jeng jun dibilang melanggar hak asasi manusia lagi…ya deh…itu sah-sah saja….mau pria kek, wanita kek…..sahhhhhhhhhhhhhh *damai ya ๐Ÿ˜‰

 

Apapunlah asal tidak mengganggu kenyamanan orang lain, silahkan saja. Tapi mbok ya jangan too much lah…anda kan pria #tetep hehehe

 

I really proud of my husband ๐Ÿ˜€ #suami_saia_tidak_alay_cuma_istrinya_saja ๐Ÿ˜‰

 

***cup

 

 

Selalu ada hikmah dibalik setiap persoalan

 

Hi ( baca hai-red )…untuk hari ini. Luar biasa menguras energi jeng jun. Sampai ngos-ngosan jeng jun kayak dikejar-kejar orang satu kampung. Belum beres yang satu, sudah ada lagi satu yang minta. Padahal pendingan yang lalu pun membutuhkan perhatian untuk dicek.

 

“Selalu ada hikmah dibalik setiap persoalan”

 

True! Kesibukan hari ini membuat waktu itu berlalu dengan cepatnya. Asik….sudah waktunya pulang. Ethannnn…. I miss you *kiss

 

***cup

Tombol yang “kena”

 

Sudah lama jeng jun gak update blog ini.ย  Coba angkat tangan siapa yang kangen baca tulisan jeng jun? Kangen sama jeng jun? Yah wajaar ajah *kedip-kedip

 

Banyak yang terjadi selama beberapa hari belakang, ada yang bikin happy, ada yang mikin menangis, ada yang bikin meringis(?), ada yang bikin piluh..wait..wait..ini kenapa kebanyakan dukanya ya daripada sukanya? Hehehe… Apapun yang terjadi, jeng jun tetap bersyukur karena Tuhan itu baik, bahwasanya untuk selamanya Kasih setiaNya ๐Ÿ™‚

 

Mungkin jeng jun saja sih yang sedikit “lebay” meresponi setiap kejadian. Kalau kata suami jeng jun…harus berpikir realistis dan siap menerima kondisi apapun. Harus selalu melihat sisi positif yang pasti ada dari setiap kejadian. Kalau jeng jun sudah cerita seperti ini…ya gak jauh-jauh ini tentang pekerjaan jeng jun dan segala sesuatu yang berhubungan dengan itu.

 

Ada masanya jeng jun ingin give up, tapi jeng jun kalau tidak benar-benar datang dari Tuhan gak berani ah..takut menyesal kemudian. Jeng jun selalu menunggu-nunggu konfirmasi dari apapun disekitar jeng jun sebagai konfirmasi dari jawaban Tuhan. Tapi nampaknya belum ada yang benar-benar kuat menyatakan kalau apa yang akan jeng jun ambil adalah keputusan yang benar. Jeng jun tahu Tuhan sedang membentuk jeng jun pada posisi ini dan dalam setiap kondisinya. Jeng jun tahu kalau Tuhan tidak ingin jeng jun menyerah begitu saja. Jeng jun tidak mau menjadi manusia yang sok tahu dengan berkata ” Tuhan, saya sudah tidak sanggup/kuat lagi dengan semua ini “. Siapakah yang lebih tahu batas kekuatan kita? Tuhan Sang Pencipta atau kita? Kalau selama ini apa yang jeng jun anggap “ujian” masih jeng jun alami, itu menandakan Tuhan sepakat kalau jeng jun masih mampu menjalaninya.

 

Sebenarnya sekali lagi, mungkin apa yang jeng jun alami ini tidaklah terlalu besar, bisa jadi memang jeng jun yang benar-benar lebay meresponinya :D.ย  Anyway, jeng sadar sih kenapa “hal tersebut” bisa sangat mengganggu jeng jun. Ini berkaitan dengan pengaruh masa lalu yang membentuk jeng jun sebagai pribadi yang memiliki kecenderungan “takut ditolak”. Jadi setiap kali ada sesuatu atau kejadian yang mengusik “kecenderungan” itu…tombolnya kena dan ah…jeng jun pergumulan sekali untuk dapat pulih kembali. Jeng jun benar-benar surrender all to God dan sering kali jeng jun “jatuh bangun” untuk benar-benar dapat dipulihkan. Lucky banget, jeng jun punya God yang so awesome…He’s Great !! Thank you Father…

 

Kadang jeng berpikir, kenapa “tombol” itu sering kali terpencet pada saat jeng jun diposisi sekarang ini. Dulu-dulu dalam bekerja tidak sering terjadi seperti ini. Ah…jeng jun tahu…Tuhan benar-benar ingin memulihkan jeng jun..ibarat kesembuhan akan terjadi jika ada penyakit. Kemenangan akan diraih jika ada pertandingan. Kekuatan akan didapatkan ketika berada dikelemahan. Ibaratnya dengan kondisi-kondisi seperti itu, Tuhan mau jeng jun benar-benar pulih dengan kecenderungan “takut ditolak” itu.ย  Ini mudah saja kan, kalau jeng jun tahu ini ujian untuk membentuk karakter baru buat jeng jun, so why so worried kan ya. Keep in faith and enjoy the process aja kan ya ๐Ÿ™‚

 

Teach me Father to know YOUR ways

 

I surrender all

 

Love YOU more

 

***cup

Menangis

 

Hari ini jeng jun menangis lagi.

 

Seinget jeng jun ini adalah tangisan kedua jeng jun di kantor ini di depan bos jeng jun. Sebenarnya jeng jun malu juga sih kenapa terlihat tidak “kuat” gini ya sampai harus meneteskan air mata ( hmm..gak cuma netes kali ya..banjirrr). Harusnya sebagai seorang leader harus tetap “terlihat kuat” apapun yang terjadi walaupun sebenarnya di dalam tidak kuat. That’s leadership! Jeng jun malu karena kadang-kadang sisi kewanitaan jeng jun ini muncul..hiks..that’s why ya mengapa ada yang bilang seorang leader paling ideal adalah seorang laki-laki karena umumnya laki-laki itu lebih berpikir rasional ketimbang wanita yang kebanyakan menggunakan emosional(perasaan). Pernah gak melihat seorang leader laki-laki menangis di depan umum? Saya pernah melihat seorang leader wanita yang menangis di depan para bawahannya sekuat apapun dia mencoba tapi tetap saja menangis juga.

 

Kecewa, sedih dan iba menjadi perasaan yang bercampur aduk di hati jeng jun dan akhirnya tak dapat menahan tangis ini.ย  KECEWA, karena kepercayaan jeng jun terhadap mereka disalahgunakan. Jeng jun menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada mereka makanya jeng jun berani fight ke atas. Jeng jun kira mereka sudah mencerna baik-baik warning jeng jun ketika briefing waktu itu. SEDIH, karena ternyata hampir semua dari mereka saling men-support untuk melakukan hal tidak baik itu.ย  Jeng jun sedih karena mereka yg tetap berjalan lurus akhirnya harus juga merasakan karena semua harus di review dan terpending tidak ditandatangani. IBA, karena untuk mendapatkan “lebih” mereka harus berbuat seperti itu. Jeng jun iba karena ketidaksetaraan ini membuat mereka berpikir melakukan hal itu. Jeng jun sedih sekali karena apapun alasan mereka melakukan hal tersebut adalah tidak dibenarkan.

 

If you can’t be positive, at least stay quiet…

 

Yes…I’ll do it now ( mau silent dulu ya untuk sementara daripada nantinya berespon tidak benar)

 

 

God…I surrender all. Love YOU much

 

 

***cup

 

 

 

Happy New Year

Hi happy new year ya ๐Ÿ™‚

 

Sudah seharusnya tahun yang baru dijalani dengan semangat yang baru, harapan yang baru dan paling tentu kebiasaan baik yang baru. Karena kebanyakan orang ditahun baru memiliki harapan baru namun tetap dengan kebiasaan lama mereka (yg tidak baik-red).

 

Baiklah, hari pertama jeng jun masuk kerja sedikit “sedih” melihat hasil yang tertera disana yaitu hasil penilaian jeng jun selama setahun kemarin.ย  Jeng jun akui memang ada point dimana jeng jun tidak achieve target.ย  Tapi sebenarnya dari hati jeng jun yang paling dalam ( uhuii..) jeng jun berharap di proses normalisasi. Tapi ternyata nasi sudah menjadi bubur ..eh..stop..stop..nampaknya pribahasa tersebut gak pas deh..hehe..maksud jeng jun ya sudahlah jeng jun terima saja dan harus lebih baik lagi bekerja di tahun ini.

 

Oia..kalian sudah pada buat Resolusi untuk tahun 2013 belum? Kalau jeng jun sudah dong :D. Sebenarnya ini sudah jadi kebiasaan jeng jun sejak tahun 2007.ย  Jeng jun selalu membuat resolusi di akhir tahun untuk tahun yang akan baru. Biasanya jeng jun menuliskan resolusi tersebut disebuah buku yang jeng jun sebut “Dream Book”. Resolusi itu sendiri jeng jun bagi menjadi 3 yaitu Resolusi Rohani, Keluarga dan Pribadi. Sejak jeng jun menikah tahun 2009, jeng jun membuat “Dream Book” berdua bersama dengan suami. Selain berusaha untuk mencapainya harus juga berdoa agar Tuhan berkenan menjawab mimpi2 kita itu ๐Ÿ˜‰

 

Udah yah….

 

 

***cup