Pernikahan adalah sebuah Perjanjian

Kemarin malam jeng jun and my beloved ikut BPN kelas besar di Maizonet ( finally back to that place ūüėÄ ). Pelajaran kemarin kembali ke modul A mengenai “Marriage is Covenant”. Berarti jeng jun sudah kali kedua ini mengikuti pelajaran yang sama. Meskipun sebelumnya sudah pernah menerima pelajaran ini, namun tetap saja jeng jun diberkati sekali dengan pelajaran kemarin.

WOW….

Allah sungguh menilai sebuah pernikahan sesuatu yang berharga. Dalam alkitab Perjanjian Lama, Allah memulai dengan sebuah pernikahan ( Adam & Hawa), kemudian mengakhiri Perjanjian Lama, lagi-lagi Allah berbicara tentang sebuah pernikahan ( kitab Maleakhi). Mulai ke kitab Perjanjian Baru, Allah berbicara mengenai pernikahan di kitab pertama yaitu Matius.  Yesus juga melakukan mujizat pertama kali ada di dalam pernikahan di Kana. Lalu kitab Perjanjian Baru juga ditutup dengan sebuah perkawinan Anak Domba Allah ( kitab Wahyu). Bahkan Tuhan Yesus menyebut gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Bukankah mempelai wanita hanya ada di dalam istilah pernikahan? Dari situ nampak sekali bahwa Pernikahan merupakan inisiatif Allah dan Allah sangat memandang bahwa Pernikahan itu sesuatu yang KUDUS.

Point dari pelajaran kemarin sebenarnya sudah jeng jun tulis pada postingan jeng jun waktu lalu. Kalau mau baca-baca silahkan klik https://junitasimatupang.wordpress.com/2009/03/07/786/

” Dimana dua atau tiga orang berkumpul, maka Allah hadir ditengah-tengah mereka”, itu salah satu¬†bunyi¬†dari¬†Firman Tuhan.¬† Itu benar sekali bahwa Allah adalah maha hadir dan kehadiranNya-lah yang kita rasakan.

Namun, dalam sebuah pemberkatan pernikahan ALLAH sungguh hadir secara fisik disana. Kenapa? Karena ketika sepasang pria dan wanita yang mengucapkan janji pernikahan, Allah turut serta dalam perjanjian tersebut. Yang berjanji bukan hanya antara pria dan wanita itu, tetapi juga ALLAH. Makanya pemegang perjanjian pernikahan ( covenant keeper) adalah Allah, suami dan istri.  Allah berjanji akan memberkati pernikahan dan keluarga yang kelak akan terbentuk nanti.

Jika seorang suami/istri meninggalkan istri/suaminya, maka yang ditinggalkan tidak pernah sendiri tetapi dia  bersama dengan Allah memegang perjanjian tersebut ( covenant keeper ).

Amazing right?

“Adalah sebuah kehormatan bagi manusia yang¬†Allah percayakan untuk masuk dalam sebuah pernikahan”

Allah memiliki visi khusus bagi sebuah pernikahan/keluarga.

Cerita sedikit mengenai hasil survey yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat ( AS ) mengenai kondisi negara dan orang-orang yang ada saat ini. AS dikenal sebagai negara adidaya selama 100 tahun belakangan ini. Namun, melihat kondisi AS sekarang ini, pemerintah mengakui adanya penurunan kualitas orang-orangnya.¬† Banyak negara-negara maju lainnya yang sedikit demi sedikit mulai menguasai dunia. Nah melihat kondisi ini, akhirnya pemerintah AS melalukan sebuah riset untuk mencari jalan keluar agar AS tetap menjadi negara ADIDAYA. Singkat cerita, dari riset yang mereka lakukan, satu solusi yang bisa mempertahankan kredibilitas AS sebagai negara ADIDAYA adalah “pemulihan sebuah keluarga”.

Berdasarkan survei, orang-orang sukses, pandai, cerdas ,orang-orang ahli yang memegang peranan-peranan penting adalah mereka yang lahir dari orang-orang ( nenek moyang ) yang takut akan Tuhan.

Jika sepasang suami dan istri melahirkan anak-anak yang Takut akan Tuhan yang  mengajarkan nilai-nilai Kebenaran Firman Tuhan sejak dini( pendidikan awal lahir dalam sebuah keluarga-red) maka bisa dibayangkan anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang berpengaruh bagi generasinya. Demikian pula, pasti anak-anak mereka akan mengajarkan hal yang sama kepada keturunan mereka nanti dan demikian seterusnya.

So ? Sudah menangkapkan betapa pentingnya sebuah pernikahan itu dan itulah tujuan Allah men-design sebuah keluarga ( awalnya dari pernikahan). Hanya ada 2 lembaga yang Allah ciptakan yaitu Keluarga dan Gereja.

Masih takut untuk menikah? Tidak perlu rasanya. Jangan takut dengan apa yang akan kita makan, minum dan pakai dalam keluarga kita nanti (yang akan dibentuk dari pernikahan) karena ALLAH-lah yang mempunyai inisiatif dalam sebuah pernikahan.

Jadi teman-teman, jangan terlalu kreatif buru-buru menentukan pilihan untuk teman hidupmu. Jangan memakai pengertianmu sendiri, tetapi bersandarlah pada Tuhan. Libatkan Dia ketika engkau mulai mencari/menunggu pasangan hidupmu. Jangan sampai salah memilih pasangan hidupmu!! Karena ketika janji nikah itu sudah terucap, itu sudah termaterai dan tidak dapat dibatalkan sampai maut memisahkan.

 

Hargailah diri anda dan jadilah pemuda/pemudi yang sehat, menikahlah dengan pemuda/pemudi yang sehat maka PERNIKAHANMU AKAN MENJADI PERNIKAHAN YANG SEHAT.

Be blessed

***cup

 

BPN Kelas Kecil

 

Kemarin malem jeng jun dan my beloved BPN kelas kecil exclusive dengan pembina k’Eka dan K’Ratna :D, hehehe…

 

 

Hal ini karena emang jeng jun dan pasangan yang bisa hadir pada kelas kecil tersebut. Pasangan yang satu bang Vinder dan K’Lenny sudah menikah bulan Juni ini. Sedangkan K’Nikco dan K’Ami tidak hadir karena K’Ami sedang mengikuti Camp Wanita Bijak Single.

 

 

Kemarin bahas abiz just two of us ūüėÄ

 

Kelas kecil kemarin tidak terlalu lama karena selain hanya kami berdua saja yang hadir, si mas juga sudah minta ijin untuk dapat pulang lebih cepat karena harus ngejar skripsinya yang akan date line hari minggu ini. Ayooo… mas kamu pasti bisaa!!!!!! ūüėÄ

 

 

Tepat pukul 20.30 wib kelas pun bubar. Jeng jun dan my beloved pulang ke rumah dengan sedikit mengejar waktu karena si mas ingin langsung mengerjakan skripsinya.

 

 

Guess what happen selanjutnya????

 

 

Tiba-tiba dalam perjalanan pulang ke rumah, si mas mendapat telp dari seorang teman sepelayanan di Gereja.

 

 

Yaaaah…gak bisa langsung pulang deh. Kami langsung lanjut ke daerah Daan Mogot hampir Cengkareng karena teman kami itu sedang mengalami kesusahan yaitu motornya mogok di jalan :d

 

 

Tadinya sempet berpikir sih koq kenapa gak ke bengkel ajah gitu ya… Masa perlu minta bantuan si mas-ku untuk narik motornya pulang ke rumah ??? Malah lumayan jauh lagi!

 

 

Meski timbul pertanyaan-pertanyaan seperti itu dihati, jeng jun tetep ajah ikut si mas jemput itu temen. Yaa… si mas-nya ajah yang bawa kendaraan gak ngeluh gitu… masa jeng jun yang cuma di belakang harus ngomel-ngomel sih??? Gak bgt kan !!

 

 

Finally sampai juga di tempat dimana motornya temen jeng jun itu mogok. Duh…jadi malu nih :D. Ternyata motor temen jeng jun itu emang sudah berada di bengkel dan sudah diperiksa oleh sang montir. Sepertinya kerusakannya cukup parah dan kebetulan sang montir tersebut tidak punya persediaan barang untuk mengganti yang rusak tersebut. Jadi sebenarnya temen jeng jun itu sudah melakukan usaha dulu dan akhirnya mentok dan barulah menghubungi si mas. Maapkan¬†jeng jun¬†ya udah punya pikiran yang salah *mata kedap-kedip malu*

 

 

Duh…serem juga menarik motor mogok dengan menggunakan tali tambang. Setiap kali tali mengendor, motor si mas jadi ketarik ke belakang dan harus nge-gas lagi biar¬†gak jatuh. Malah jalanan Daan Mogot rame banget lagi!!! *pfuuiihhhh*

 

 

 

Puji Tuhan akhirnya sampai juga di rumah temen jeng jun itu. Tuhan memberkati perjalanan kami itu ūüėÄ

 

 

Seru ya melakukan kebaikan bersama dengan¬†sang kekasih ūüėÄ

 

 

” … lakukanlah apapun seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia”

 

 

 

***cup

Heart to Heart gathering

 

Wah… dah lama nih jeng jun gak nulis lagi :D. Padahal banyak banget peristiwa dan kejadian¬†yang jeng jun alami selama beberapa hari belakangan ini. Tapi peristiwa dan kejadian yang dasyat lho….

 

26042009064

Sabtu dan Minggu kemarin tepatnya tanggal 25-26 April 2009, jeng jun dan my beloved ikut Gathering BPN ( Bimbingan Pra Nikah) yaitu Heart to Heart Gathering. Camp ini diikuti oleh pasangan-pasangan yang sedang membina hubungan untuk ke jenjang pernikahan. Ada kurang lebih sekitar 30an pasangan yang ikut jadi peserta.

 

Heart to Heart Gathering kemarin terdiri dari 4 sesi yaitu Keterbukaan, Pengampunan, Pemulihan dan Warisan(Kehidupan Allah). Jeng  jun dan my beloved antusias mengikuti setiap sesinya. Secara pribadi jeng jun merasa sangat diberkati dari setiap pelajaran yang dibagikan. Jeng jun mengalami Tuhan disana.

 

Acara ini pun dibuat romantis namun tetap menjaga aturan-aturan yang ada( tetap menjaga kekudusan ). Selesai si pembicara yang juga pasangan suami istri membagikan materi, setiap pasangan diberi kesempatan untuk saling berbicara satu sama lain ( berdua-dua ). Khusus untuk sesi Keterbukaan, ruangan aula sengaja digelapkan dan masing-masing pasangan diberi sebuah lilin. Disanalah setiap pasangan diberi kesempatan untuk saling bicara dan terbuka satu sama lain. Ada yang termehek-mehek juga waktu sesi ini. Termasuk jeng jun… hehehe ūüėÄ

 

Kami para peserta dipersiapkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas (sehat) supaya kami memiliki pernikahan yang sehat juga. Sejak jeng jun dan my beloved ikut kelas BPN dari pertama kali hingga gathering ini, kami merasa sangat beruntung dapat dibimbing dalam kelas-kelas BPN ( baik kelas besar atau kecil) karena kami dibukakan banyak rahasia-rahasia Allah tentang sebuah pernikahan dan keluarga. Allah memandang pernikahan sama seperti hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Allah memiliki janji-janji dalam sebuah pernikahan.

 

Ada keputusan terbesar yang kita ambil selama di dunia ini yaitu keputusan untuk memilih Sang Juruselamat dan keputusan untuk Menikah.

 

Edwin Cole bahkan berkata seperti ini :

 

–Engkau akan mengalami Surga atau Nereka di dunia lewat Pernikahanmu–

 

Uuuu… it means lewat pernikahanmu engkau dapat merasakan Surga di bumi atau buruknya jika engkau salah memilih/tdk membangun dasar yang benar, maka engkau akan merasakan Neraka di bumi. Pernikahan dalam Tuhan hanya sekali seumur hidup. Perjanjian Nikah itu tidak dapat dibatalkan !!! Kalaupun banyak orang-orang yang menikah di dalam Tuhan namun akhirnya bercerai juga, sebenarnya Perjanjian Nikah diantara mereka itu tidak dibatalkan, yang ada hanyalah mereka¬†mengingkari perjanjian nikah mereka. Namun ingat… Perjanjian itu tetap¬†tidak diBATALkan !!

 

Nah…makanya perlu sekali memiliki dasar yang benar dalam membina hubungan Pra-Nikah.¬† Ini penting sekali !!!

 

Jadilah pemuda yang sehat, menikahlah dengan pemudi yang sehat, maka engkau akan memiliki Pernikahan yang SEHAT

 

Pernikahan yang sehat hanya dapat dimiliki oleh pribadi-pribadi yang sehat. Dalam hal ini si pemudanya harus sehat dan si pemudinya harus sehat.

 

Kejadian 2:24  : Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

 

Matematika dalam pernikahan Kristen adalah :

 

1 x 1 = 1

 

Dalam kekristenan, pernikahan bukan pertambahan namun perkalian (pelipatgandaan/multiplikasi)

 

Satu Pria disatukan dengan Satu Wanita menjadi Satu Daging dalam Pernikahan. Satu artinya penuh/utuh. Baik pria ataupun wanita harus menjadi pribadi yang utuh/penuh di dalam Tuhan.

 

Ketika seorang pria yang tidak penuh /utuh ( 1/2 ) berpikir dan berharap ketika menikah nanti dengan wanita yang penuh/utuh ( 1 ) maka ia pun akan penuh karena di penuhi oleh si wanita,hasilnya tetap dia tidak akan penuh dan tetap menjadi pribadi yang 1/2. Begitupun sebaliknya jika si wanita yang tidak penuh /utuh ( 1/2 ) berpikir dan berharap ketika menikah nanti dengan pria yang penuh/utuh ( 1 ) maka ia pun akan penuh karena di penuhi oleh si  pria,hasilnya ia tetap pribadi yang tidak utuh(1/2).  Aplikasinya :

 

1/2 ( pria ) x 1 ( wanita ) = 1/2

1 ( pria ) x 1/2 ( wanita ) = 1/2

Kalau si pria dan wanita sama-sama tidak utuh/penuh dan sama-sama berpikir dan berharap akan dipenuhi oleh pasangan mereka ketika menikah nanti, maka aplikasinya :

 

1/2 ( pria ) x 1/2 ( wanita ) = 1/4

Lebih parahnya jika, si pria atau wanita yang penuh/utuh menikah dengan pria atau wanita yang tidak seiman ( 0 ), maka aplikasinya

 

1 ( pria atau wanita) x 0 ( pria atau wanita ) = 0

Wah jeng jun … makin mantab nih berjalan bersama Tuhan menuju ke level yang lebih tinggi ūüėÄ

 

 

– Keluarga yang menjadi Gambaran Allah di dunia –

 

 

Cayoo

 

 

***cup

 

BPN 17 April 2009

 

Hohoho…

 

Jumat malam kemarin, jeng jun dan si mas hampir saja tidak berangkat kelas besar BPN di Maizonet karena hujan. Tapi akhirnya atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa *halah* , akhirnya jeng jun dan si mas berangkat juga. Thank God gak telat lagi padahal dari rumah berangkat udah jam 6 lewat.

 

Disiplin rohani dan Ketegasan

 

Ya itu lha materi yang dibagikan pada kelas ke-4 BPN kelas besar kemarin.

 

– Bahaya Pranikah hanya dapat dihindari apabila kita mempraktekkan disiplin-disiplin rohani dengan tegas.

 

I. Disiplin rohani

Apakah disiplin rohani yang utama ?

Yak 1:21-27 ; Roma 13:12-14

– Pelaku Firman

– Mempunyai perlengkapan senjata Allah ( Firman )

– Memiliki pikiran dan perasaan seperti Kristus ( Filipi 2: 5)

 

II.  Ketegasan

Definisi ketagasan adalah kemampuan untuk mengambil keputusan yang sulit berdasarkan kehendak dan cara Tuhan.

 

Ketegasan = melakukan KEBENARAN

 

4 langkah menjalani ketegasan adalah :

 

1. Komitmen sekarang

Kisah Daniel( Dan 1:8;6:4 ) : Membuat komitmen saat sekarang untuk menghindari kegagalan di masa yang mendatang

2. Evaluasi

Kisah Nehemia ( Neh 6: 1-9 ) : Mengevaluasi masalah dengan cepat, tepat dan tuntas

3. Menolak pertimbangan ulang

Kisah Bileam ( Bil 22 ) dan Musa ( Kel 8:25-28;10:24-26) :  Menolak untuk mempertimbangkan kembali sebuah keputusan yang kita tahu sudah benar ( tidak mempertimbangkan kembali apa yang sudah menjadi KEBENARAN).

4. Pengabdian Total

Kisah Ruth ( Rut 1 : 11-17) dan Raja Amazia ( 2 Taw 25:1-2) : Mengabdikan seluruh hidup untuk sebuah perkara yang kita tahu itu benar.

 

 

— Mulailah dari sekarang jangan menunda-nunda–

 

 

***cup

Mimpi untuk masa depan

 

Walau jeng jun sedang terserang flu lumayan berat, tapi jumat malam kemarin jeng jun dan si mas berangkat juga ke Maizonet untuk mengikuti BPN kelas besar ini.

 

Ternyata, emang gak rugi jeng jun datang ke kelas tersebut.¬† Kemarin membahas tentang ” Pranikah yang kudus “.

 

– Pernikahan yang kudus ditentukan oleh Pranikah yang kudus –

 

Statement tersebut sudah merupakan harga mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Si pembicara ( K’Yusuf) dengan tegas berkata kepada setiap pasangan bahwa : ” Jangan berharap pernikahanmu nanti akan menjadi pernikahan kudus ( Allah hadir ) jika di hubungan Pranikahmu, engkau tidak menjaga kekudusan “.

Ketika kita sudah jatuh dalam dosa ketidakkudusan tersebut, maka kita tidak akan bisa kembali lagi. Itulah yang dinamakan point of no return.

Sebenarnya setiap manusia dianugerahkan oleh Tuhan sebuah “hormon” asmara dimana¬†hormon ini mampu membuat sepasang manusia merasa¬† bahagia¬†dan sekaligus ser-ser-an ketika terjadi¬†kontak fisik ( bersentuhan ). Mungkin mulai dari berpegang tangan timbul hormon tersebut.¬†Pasangan akan merasa bahagia¬†seakan-akan dunia milik berdua yang lain ngontrak !!Namun setelah sudah sering berpegangan maka “rasa” itu sudah hilang dan kecenderungan manusia untuk terus mencari dan merindukan kembali timbulnya rasa ser-ser-an itu. Ketika berpegang tangan sudah tidak mampu lagi “membuat bahagia” maka mulai mencari apa lagi yang bisa “dilakukan” untuk membangunkan sang hormon tersebut. Lalu, mulai meningkat dari yang tadinya hanya berpegangan tangan sekarang melangkah sedikit lebih maju dengan memberi rangkulan. Dan parahnya hormon tersebut ternyata ada expired ( masa berlaku)nya, sehingga dengan seringnya rangkulan maka “rasa” yang dicari tersebut pun sudah hilang. Akhirnya mencari-mencari lagi apa yang bisa dilakukan kembali untuk menghadirkan sang hormon tersebut yang mampu membuat diri ” bahagia”. Dan bukannya gak mungkin, akhirnya berakhir di sebuah hubungan sex sebelum pernikahan.¬† Kalo akhirnya hal tersebut sudah terjadi dan sering terjadi, maka lambat laun rasa “bahagia/ser-ser-an”¬† itu pun sudah tidak¬†dirasakan lagi.

 

Yang perlu diingat adalah Hormon tersebut TIDAK UNLIMITIED !! Ada masa berakhirnya !!!

Jadi bisa dibayangkan jika dalam masa Pranikah(sebelum pernikahan) kita sudah menghabiskan “hormon” tersebut, lalu apakah yang akan terjadi pada masa pernikahan¬†nanti terutama pada awal-awal pernikahan ( 5 tahun pertama )¬†yang menurut survei adalah masa-masa paling¬†berat yang harus dilalui oleh pasangan yang menikah. Dimana di masa itu adalah masa-masa pengenalan dan penyesuaian karakter. Pertengkaran ??!! Bukan tidak mungkin pasti terjadi pada masa-masa itu.

 

Nah sebenarnya “hormon” yang mampu menghadirkan “rasa bahagia” itulah yang sangat diperlukan pada masa awal¬†pernikahan kita. Karena dengan adanya “rasa bahagia” itu maka akan sangat mudah bagi masing-masing pasangan memaafkan dan mengampuni kesalahan pasangannya.

 

Jadi sekali lagi, kebayang gak jika ketika kita memasuki masa pernikahan itu ternyata ”¬†hormon” tersebut sudah habis ??!! No wonder, banyak pernikahan baru yang mengalami perceraian karena tidak sanggup melewati ujian-ujian hidup pada masa awal pernikahan mereka. Itu karena kebanyakan dari mereka sudah menghabiskan hormon tersebut pada masa Pranikah(sebelum menikah )¬†mereka.

 

Lalu ada pertanyaan berarti setelah beberapa tahun pernikahan hormon tersebut juga pasti akan habis kan ?! Gak bahagia lagi donk ?!!

 

Eittt…..

 

Jika sudah masuk dalam pernikahan, maka KOMITMEN lah yang berbicara! Jadi masing-masing pasangan punya komitmen untuk membahagiakan pasangannya sekalipun mungkin hormon tersebut sudah habis dan tidak lagi menghadirkan ‘rasa ser-ser-an” tersebut !!

 

Di kelas kemarin juga di bahas kembali tentang mimpi/visi yang harus dimiliki oleh setiap pasangan untuk pernikahannya nanti.

 

Mau seperti apa pernikahanmu nanti ?!!

 

Temukan mimpi/visi itu dan berjalanlah dalam mimpi/visi tersebut  !

 

How to menemukan mimpi tersebut :

1. Menyadari perlunya “Big Picture” atau mimpi bersama

2. Saling share untuk menemukan mimpi bersama

3. Mengambil kesepakatan untuk fokus pada mimpi bersama

4. Berusaha bersama untuk mewujudkan mimpi bersama

5. Menikmati setiap proses untuk mewujudkan mimpi bersama  

 

Mulailah dengan : BERDOA DAN BERDISKUSI dengan PASANGANMU

 

Dalam hal ini jeng jun dan my beloved sudah mempunyai mimpi/visi itu. Pertama kali si mas lah yang mendapat visi itu lalu kami bicarakan dan kami sepakati.

 

Jadi, waktu materi ini dibagikan kami berdua senyum-senyum ajah dan makin mantab dengan visi yang Tuhan kasih ūüėČ

 

– Keluarga yang menjadi gambaran Allah di dunia –

* Tuhan akan mempercayakan perkara-perkara besar dalam keluarga

* Keluarga (suami istri dan anak-anak) yang memberkati dan memulihkan keluarga-keluarga lain

* Kehidupan keluarga(suami istri dan anak-anak) yang menjadi pola/model/gambaran Allah di dunia ( domain )

* Keluarga akan mengalami terobosan-terobosan dalam segala bidang ( ini perlengkapan yang Tuhan sediakan)

 

– always walking in God’s covenant –

 

 

***cup

 

Ku kagum akan KAU, Tuhanku

 

Kemarin itu hari jumat kan ???

 

Yak! Kemarin malam jadwalnya BPN kelas besar di Maizonet, Green Garden. Jeng jun dan my beloved juga tidak absen untuk hadir di kelas tersebut.¬† Masih membahas modul A tentang¬† ” Pernikahan adalah kekudusan”.¬†

 

Secara pribadi jeng jun mengalami sekali sentuhan Tuhan.  Jeng jun mau menjadi pribadi yang menyenangkan hati Tuhan. 

 

Hari-hari yang telah ku lalui
Ku saksikan betapa karyaMu
Selalu nyata indah dalam hidupku
Tuhan Kau sungguh baik

Banyak p’ristiwa dan kejadian
Membuat diri s’makin menyadari
Bahwa rancanganMu indah dalam hidupku
Tuhan Kau sungguh baik

Ku kagum akan Kau Tuhanku
Engkau melebihi apapun di dunia ini
Takkan ku berhenti ‘tuk s’lalu memujiMu
Tuhan Kau sungguh baik

 

 

– Jeng jun loves God so much-

***cup

 

 

 

Visi untuk masa depan

 

Jumat malam kemarin jeng jun dan beloved kembali mengikuti pembinaan BPN kelas kecil. Bersama dengan pembina jeng jun yaitu K’Eka dan K’Ratna juga 2 pasangan lain yaitu K’Niko & K’Ami, Bang Vinder & K’Lenny.

 

Topik yang kemarin dibahas adalah materi yang dibagikan pada kelas besar jumat minggu lalu yaitu tentang “Pernikahan adalah Perjanjian”.¬† K’Eka mulai menanyakan satu persatu apa yang didapat dari pelajaran minggu lalu.

 

Setelah masing-masing menjawab pertanyaan tersebut, K’Eka juga sempat menanyakan konflik apa yang dialami selama seminggu ini. Psst… katanya konflik itu baik lho buat suatu hubungan. Tapi masing-masing harus mempunyai respon yang benar dalam menghadapi konflik tersebut. Ingat selalu ” Bukan benar atau salah yang penting respon”. Konon katanya konflik itu baik untuk mendewasakan kita dan pastinya lewat konflik kita akan semakin mengenal pasangan kita masing-masing.¬† Belajarlah dari konflik !!!

 

Kemarin juga sempat dibahas mengenai arti Emansipasi wanita dan bagaimana mengaplikasikan emansipasi dalam kehidupan rumah tangga.  Jadi tetap seorang istri harus tunduk sama suami sebagai imam dan pemimpin, sedangkan seorang suami harus mengasihi istrinya seperti Tuhan Yesus mengasihi gerejaNya. 

 

K’Ratna juga sempat menanyakan kepada kita-kita yang wanita, apakah akan tetap berkarir ketika berumahtangga nanti ? Rata-rata jawabannya adalah ingin total menjadi Ibu rumah tangga. Ini juga yang menjadi kerinduan dan doa jeng jun.¬†Jeng jun mempunya impian ketika berumah tangga nanti jeng jun mau fokus jadi Ibu rumah tangga saja mengurus suami dan anak-anak.

 

Eiitts… nanti dulu !! It doesn’t mean jeng jun jadi “mundur” hanya di rumah saja tanpa doing anything. No.. it’s not like that !!

 

Jeng jun mau stop bekerja di kantor but tetep ingin menggali potensi jeng jun dan mengaktualisasi diri supaya tidak ketinggalan.¬† Lho, ¬†untuk mendidik anak dengan baik dan benar,¬† Ibunya harus berkualitas juga kan ?? ¬†Makanya jeng jun¬†akan¬†tetap¬†terus belajar¬†dan pastinya tetap melayani Tuhan donk ūüėČ

 

Jeng jun ingin terus menemukan area/domain/tanah perjanjian/potensi kemaksimal jeng jun even sudah berumahtangga nanti.  Panggilan Tuhan bukan cuma untuk seorang suami tapi Tuhan juga memberikan panggilan kepada seorang istri. Jeng jun ingin benar-benar berfungsi sebagai penolong bagi suami dan anak-anak kelak.

 

Jeng jun dan si mas bersama sepakat untuk mendidik  anak-anak nantinya dengan Firman Tuhan. Mengajarkan mereka prinsip-prinsip Kerajaan Allah sejak dini karena pendidikan seorang anak itu dimulai dari keluarga. 

 

Kualitas seorang anak nantinya akan sangat tergantung pada kualitas keluarganya !

 

Jeng jun dan si mas juga mempunyai visi untuk keluarga kami kelak. Kami sepakat untuk mengarungi bahtera rumah tangga nanti dengan visi yang Tuhan kasih.  Jeng jun yakin Tuhan adalah Immanuel bagi keluarga kami.

 

– keluarga yang menjadi gambaran Allah di dunia-

 

 

***cup