It’s me

 

Sebut saja nama saya adalah Jeng Jun ( eh..emang beneran nama aslinya deh :p ). Jeng jun adalah istri dari satu orang suami ( ya iyalah..mang mau berapa?) dan ibu dari (baru) satu anak laki-laki.  Sampai hari ini jeng jun masih tercatat sebagai seorang karyawati disebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang jasa TV dan Internet dimana kantornya tidak jauh dari tempat tinggal jeng jun. Jeng jun sendiri tinggal bersama suami, anak dan 1 orang kakak di sebuah perumahaan yang tidak mewah namun cukup baiklah ( Thank God *blessing )

 

Jeng jun menghabiskan waktu 9 jam sehari di kantor selama weekdays dan libur di weekend. Biasa berangkat pagi jam 7 dari rumah, sampai kantor paling lama jam 7.45. Pulang kerja dari kantor sekitar jam 18.00 dan biasanya sampai di rumah paling lama jam 19.00 ( maklum kalau pulang kerja jalanan jauh lebih padat dari pagi hari ). Kalau pulang kerja jeng jun hampir nyaris setiap hari di jemput suami ( absen dijemput kalau suami sedang meeting dll ). Sesampainya di rumah, sudah menjadi sesuatu yang pasti anak jeng jun yaitu  Ethan menyambut kedatangan kami dengan teriakan girang ” Daddy…Mamiii..”.  Hal itulah yang jeng jun selalu nanti-nantikan jika pulang kerja. Setelah menerima sambutan hangat dari Ethan, biasa kami bertiga akan bercengkrama dulu sejenak. Saat bercengkrama itu, jeng jun akan bertanya apa saja kegiatan Ethan hari itu, bagaimana makannya habis atau gak, tadi main apa saja dan sama siapa saja, dll. Disaat itulah Ethan mulai bercerita tentang harinya.

 

Puji Tuhan jika saat ini jeng jun masih dipercaya untuk menjadi seorang Ibu sekaligus seorang wanita karier (ceileh..), jeng jun berusaha menjalani keduanya dengan maximal dan senang hati. Jika ditanya dari dasar hati yang paling dalam, sebenernya jeng jun pengen pake banget jadi Ibu yang 24 jam dirumah saja. Alasan jeng jun sederhana sekali, jeng jun ingin take care Ethan sepenuhnya apalagi tahun ini anak ganteng itu sudah mulai sekolah :). Tapi sepertinya jeng jun tetap harus stay cool dan menanti jawaban Tuhan cuma yang pasti jeng jun seneng karena baru beberapa bulan ini suami jeng jun akhirnya sepakat untuk kami berdoa agar jeng jun tidak perlu bekerja lagi…hihii…akhirnya *kecup_suami_saia* . Bukan bermaksud memaksa jeng jun terus bekerja, tetapi sebelumnya suami jeng nampak masih belum sepakat kalau suatu waktu jeng jun berhenti bekerja. Katanya agar jeng jun tetap mengaktualisasi diri (bukan sekedar masalah materi). Mungkin juga suami jeng sedikit worry jika nantinya jeng jun bosan dan malah tidak produktif jika dirumah saja (soalnya jeng jun sudah terbiasa bekerja setelah lulus 😀 ).

 

Ada banyak hal yang bisa jeng jun ceritakan tentang jeng jun sebenarnya. Tapi nanti sajalah jeng jun lanjutkan di part 2 (semoga sabar menunggu…tssahh 😀 ). Jeng jun harus segera me-release tulisan ini karena berdasarkan report di dasbord jeng jun, tulisan ini sudah hampir 1 bulan bertengger di tempat penyimpanan karena selalu gagal terbit…xixixix… 😀

 

***cup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s