Tombol yang “kena”

 

Sudah lama jeng jun gak update blog ini.  Coba angkat tangan siapa yang kangen baca tulisan jeng jun? Kangen sama jeng jun? Yah wajaar ajah *kedip-kedip

 

Banyak yang terjadi selama beberapa hari belakang, ada yang bikin happy, ada yang mikin menangis, ada yang bikin meringis(?), ada yang bikin piluh..wait..wait..ini kenapa kebanyakan dukanya ya daripada sukanya? Hehehe… Apapun yang terjadi, jeng jun tetap bersyukur karena Tuhan itu baik, bahwasanya untuk selamanya Kasih setiaNya 🙂

 

Mungkin jeng jun saja sih yang sedikit “lebay” meresponi setiap kejadian. Kalau kata suami jeng jun…harus berpikir realistis dan siap menerima kondisi apapun. Harus selalu melihat sisi positif yang pasti ada dari setiap kejadian. Kalau jeng jun sudah cerita seperti ini…ya gak jauh-jauh ini tentang pekerjaan jeng jun dan segala sesuatu yang berhubungan dengan itu.

 

Ada masanya jeng jun ingin give up, tapi jeng jun kalau tidak benar-benar datang dari Tuhan gak berani ah..takut menyesal kemudian. Jeng jun selalu menunggu-nunggu konfirmasi dari apapun disekitar jeng jun sebagai konfirmasi dari jawaban Tuhan. Tapi nampaknya belum ada yang benar-benar kuat menyatakan kalau apa yang akan jeng jun ambil adalah keputusan yang benar. Jeng jun tahu Tuhan sedang membentuk jeng jun pada posisi ini dan dalam setiap kondisinya. Jeng jun tahu kalau Tuhan tidak ingin jeng jun menyerah begitu saja. Jeng jun tidak mau menjadi manusia yang sok tahu dengan berkata ” Tuhan, saya sudah tidak sanggup/kuat lagi dengan semua ini “. Siapakah yang lebih tahu batas kekuatan kita? Tuhan Sang Pencipta atau kita? Kalau selama ini apa yang jeng jun anggap “ujian” masih jeng jun alami, itu menandakan Tuhan sepakat kalau jeng jun masih mampu menjalaninya.

 

Sebenarnya sekali lagi, mungkin apa yang jeng jun alami ini tidaklah terlalu besar, bisa jadi memang jeng jun yang benar-benar lebay meresponinya :D.  Anyway, jeng sadar sih kenapa “hal tersebut” bisa sangat mengganggu jeng jun. Ini berkaitan dengan pengaruh masa lalu yang membentuk jeng jun sebagai pribadi yang memiliki kecenderungan “takut ditolak”. Jadi setiap kali ada sesuatu atau kejadian yang mengusik “kecenderungan” itu…tombolnya kena dan ah…jeng jun pergumulan sekali untuk dapat pulih kembali. Jeng jun benar-benar surrender all to God dan sering kali jeng jun “jatuh bangun” untuk benar-benar dapat dipulihkan. Lucky banget, jeng jun punya God yang so awesome…He’s Great !! Thank you Father…

 

Kadang jeng berpikir, kenapa “tombol” itu sering kali terpencet pada saat jeng jun diposisi sekarang ini. Dulu-dulu dalam bekerja tidak sering terjadi seperti ini. Ah…jeng jun tahu…Tuhan benar-benar ingin memulihkan jeng jun..ibarat kesembuhan akan terjadi jika ada penyakit. Kemenangan akan diraih jika ada pertandingan. Kekuatan akan didapatkan ketika berada dikelemahan. Ibaratnya dengan kondisi-kondisi seperti itu, Tuhan mau jeng jun benar-benar pulih dengan kecenderungan “takut ditolak” itu.  Ini mudah saja kan, kalau jeng jun tahu ini ujian untuk membentuk karakter baru buat jeng jun, so why so worried kan ya. Keep in faith and enjoy the process aja kan ya 🙂

 

Teach me Father to know YOUR ways

 

I surrender all

 

Love YOU more

 

***cup