with Choky S

Kamis, 11 October 2012 adalah hari yang sedikit spesial di Dober ( Doa bersama) kantor jeng jun kemarin. Sebenernya setiap Dober hari kamis juga spesial kok..makanya kan tadi jeng jun pake kata “sedikit”..hehehe

 

Kamis kemarin Dober kantor jeng jun invite Host dan Presenter Choky Sitohang untuk sharing Firman Tuhan dan kesaksian hidupnya.  Sedikit bercerita ( lha..emang blog ini tujuannya utk bercerita sih yee.. jadi sah? sahhh ), jeng jun lah yg berinisiatif untuk invite Choky untuk sharing di Dober. Sebenernya sih, emang itu tugas jeng jun utk menyusun jadwal pelayanan untuk Dober.

 

Awalnya, jeng jun hanya nothing to lose mention di twitternya untuk bertanya kira-kira dia mau gak ya kalo di invite utk melayani.

 

 

Bisa dibilang itu mention jeng jun sambil lalu aja, gak yakin bakal di respon. Eh…ternyata jeng jun hanya berasumsi. Tidak lama dari itu, jeng jun menerima Direct Message di twitter jeng jun dari beliau 🙂 *cihuiiiii

 

 

Ya sudah gak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, jeng jun langsung menghubungi managernya dan mengutarakan niat utk melayani di Dober kantor jeng jun. Waktu itu jeng jun menyampaikan undangan untuk Dober tanggal 25 Oktober 2012, si manager dengan ramahnya info akan cek dulu jadwal Choky dan minta di follow up lagi esok hari.

 

Sebagai orang yang selalu menepati janji ( uhuk..), siang keesokan harinya jeng jun pun menghubungi managernya kembali. Sedikit sedih ketika sang manager bilang kalau tanggal 25 Oktober Choky tidak bisa lantaran sudah mulai shooting TMO( Take Me Out ) sesi yang terbaru. Kebetulan shootingnya itu sore hari bertepatan dengan jam Dober. Tidak mau menyerah gitu aja, jeng jun pun menawarkan untuk melayani ditanggal 11 Oktober. Masih dengan ramah, si manager bilang akan cek kembali jadwalnya dan minta dihubungi kembali hari Senin ( saat itu hari Jumat ). Si manager itu juga menambahkan sepertinya sih kemungkinannya kecil karena jadwal Choky yang padat. Fuih…comment tersebut tentu saja menciutkan jeng jun. Dalam hati jeng jun berkata, ya gak bisa nih kayaknya. Tapi terserah Tuhan deh kalau Tuhan berkenan ya jadi, kalau tidak pun ya gak papa.

 

Senin itu, jeng jun ingat bahwa ada janji akan call managernya Choky untuk konfirmasi terakhir, bisa atau tidaknya Choky melayani. Saat itu, jeng jun sudah tidak terlalu semangat dan seperti enggan untuk menghubungi. Pikir jeng jun ” nanti sajalah sorean telpnya”. Kira-kira jam 5 sore, HP jeng jun berbunyi ..eh bergetar deh..soalnya di sett silent+vibrator. Nampak nomor tidak dikenal disana dan jeng jun pun dengan ramah mengangkatnya ( tetep 😀 ).

 

This is really really tidak pernah jeng jun dengar sebelumnya, tidak pernah dipikirkan sebelumnya dan tidak pernah timbul didalam hati jeng jun…WOW…manager Choky konfirmasi bahwa Choky bersedia untuk melayani di Dober kantor jeng jun tanggal 11 Oktober 2012 #yiihaa…girang-girang

 

And the Day, fuih….banyak juga nih yang hadir Dober hari ini 😀 hehehe…

 

Senang mendengarkan sharing Choky hari itu, membangun dan mengingatkan semua yang hadir, terutama jeng jun bahwa Tuhan sudah memberikan kesempatan kedua buat kita.

 

Tidak hanya ganteng secara fisik, tapi Choky itu anak Tuhan yang so friendly, nice, dan no wonder sekarang diberkati karirnya. Terlihat dia punya relationship yang closer dengan Tuhan.

 

Sebelum pulang, jeng jun sempat minta photo berdua dengannya 😀

 

 

God is good all the time

 

 

***cup

….

 

Sebenernya 2 hari ini jeng jun menjalani hari-hari kerja dikantor dengan perasaaan yang tidak tenang sekaligus tidak enak. Ada yang mengganjal dan belum tuntas diselesaikan. Masih mengambang. Katanya, nanti akan dilanjutkan lagi percakapan serius yang sempat tertunda itu.

 

Apapun yang terjadi nanti, jeng jun siap menerima konsekuensinya. Mungkin dengan seperti ini, membawa kebaikan buat team.  Team ini perlu lebih diperhatikan oleh Bapak2 dan Ibu2 itu, bahwa di dalam unit kepemimpinan mereka ternyata masih ada “kesenjangan” yang cukup signifikan yang terjadi. Paling tidak ada win-win solution untuk membuat semua sama-sama “enak”

 

Sudah sejak lama sebenarnya hal ini mengganggu hati jeng jun. Right or wrong?

 

 

“when I was brought low, he saved me”

 

 

***cup