Mati lampu

 

Hari ini jeng jun harus kerja dengan panas-panasan dan sempat gelap-gelapan. Hal ini karena listrik di kantor mati dan genset dipasang hanya kuat untuk cover all PC agar bisa tetap kerja.  Untungnya lampu sudah bisa dinyalakan namun tidak dengan AC

 

Panas cuyyyyy #kipas-kipas

 

Kalau begini situasinya, alamat gak konsen kerja nih…

 

Panas sekali ini…

 

 

*angkat tangan*

 

 

_Kita damai ya_ 😀

 

***cup

Titik NOL

 

Boleh dikatakan saat ini jeng jun sedang berada dalam titik terendah jeng jun dalam bekerja.  Memang jeng jun tidak absen untuk hadir di kantor, namun ketahuilah ( mau tau kan? ) meski berada di kantor, seringnya hati dan pikiran jeng jun tidak berada di kantor ini 😦

 

Kemana dan dimanakah hati dan pikiran jeng jun itu? Hayoo…siapa yang bisa tebak dikasih ucapan terima kasih deh 😀 hehehe…

 

Melakukan apa-apa kok rasanya enggan banget gitu ya, ada rasa malas ruarrr biasa. Selain itu hati yang tidak berada di kantor itu ( hehe..) tetap merasa tidak enak…seperti sedikit di-intimidasi krn tidak maksimal dalam bekerja

 

Hadohh….tak enak kalii lah rasanya 😦

 

Kalo boleh jeng jun gambarkan isi hati ini ( boleh ya…), jeng jun pengen berkata…sampai disini yah… I quit!

 

Jeng jun selalu menunggu kapan waktunya Tuhan.  Tapi tiap kali bertanya seperti itu, seolah tiap kali Tuhan menjawab ” belum saatnya my Dear daughter “ sambil Tuhan memperlihatkan ini-itu yang kalau dicerna jeng jun memang belum saatnya jeng jun untuk quit.

 

Tuhan tolong jeng jun dong…utk melalui kejenuhan dan kebosanan ini. Jeng jun gak mampu tanpa Tuhan. I need YOU, Father! Really need YOU!

 

 

This is me Lord

 

 

***cup

Ceramah itu

 

Pagi ini ketika jeng jun bermain di kamar dengan Ethan sebelum bersiap diri berangkat kerja, jeng jun mendengar suara seorang Ibu di TV yang nampaknya sedang memberikan ceramah Ternyata itu si mbak yang sedang santai karena kerjaannya sudah selesai pagi itu.

 

Sambil bermain dengan Ethan yang senang ditemenin Mommy-nya bermain sebelum berangkat kerja, jeng jun ikut mendengarkan ceramah si Ibu itu ( mau gak mau ya  jeng jun dengar, krn suara si penceramah itu lumayan besar ).

 

Ceritanya, sedang sesi tanya jawab dan ada seorang wanita menelepon untuk menanyakan sesuatu ke si penceramah itu. Pertanyaannya dimulai dengan bercerita tentang apa yang sedang dialaminya. Intinya adalah si wanita itu curhat kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain. Pernah si suami “bertobat” dan kembali kepadanya namun belakangan si wanita ini menemukan si suami selingkuh kembali. Si wanita ini bertanya apa yang harus dilakukannya.

 

Jawaban si penceramah  ini lumayan membuat jeng jun menghela nafas dan geleng-geleng kepala.

 

” Ibu, kalau sudah begitu ceraikan saja suami Ibu”, begitu kira2 si penceramah itu menjawab sambil memberikan beberapa kutipan ayat.

 

Memang jeng jun tidak berada dalam posisi si wanita penelepon tersebut, tapi apa benar nasehat si penceramah tersebut?

 

Bukankah lebih baik memberikan advise kepada si wanita itu untuk tetap mengingat janji suci yang pernah mereka ucapkan dulu sewaktu menikah.  Memberikan kekuatan kepada wanita itu untuk mengampuni suaminya dan tetap mengasihinya. Mengingatkan si wanita iu bahwa ada Tuhan yang sanggup menolongnya dan mengubahkan suaminya. Menyarankan si wanita itu untuk berdoa kepada Tuhan untuk suaminya itu.

 

Jeng jun ingat pelajaran BPN dulu ( Bimbingan Pra Nikah ) sebelum jeng jun dan suami menikah.  Di gereja jeng jun BPN ini memang wajib diikuti selama 9 bulan oleh pasangan yang ingin menikah.  Dikatakan Firman Tuhan bahwa “Pernikahan itu seumur hidup, sampai maut memisahkan”. Ketika pasangan wanita dan pria mengucapkan janji nikah, mereka sudah mengikatkan diri terhadap janji itu dan kabar baiknya Allah juga turut mengikat perjanjian dengan pasangan tersebut. Allah berjanji akan memberkati pernikahan tersebut. Apakah perpanjian itu bisa dibatalkan? Tidak, kecuali maut yang pisahkan. Mereka yang memilih berpisah, hanyalah sedang mengingkari janji mereka sendiri! Ketika menghadapi masalah dalam rumah tangga, datanglah kepada Tuhan yang juga turut mengikat perjanjian bersama mereka (pasangan itu). Jangan lupa keberadaan Tuhan yang turut berjanji bersama pada saat mengucapkan janji nikah tersebut.

 

Mungkin situasi yang dialami wanita itu sangat sulit, tapi bersama Tuhan kan kita cakap menanggung segala perkara!

 

 

***cup

 

 

Great love

Senangnya hari ini hari kamis yaitu hari terakhir bekerja di minggu ini 😀

 

Besok long weekend dan pas banget sama moment Jumat Agung dan Paskah.

 

Greater love has no one than this: to lay down one’s life for one’s friends. Jesus said : “You are my friends if you do what I command. This is my command : Love each other.”

 

Thank God for Your Great Love

 

 

***cup

Eh..ujan deras ajeh

 

Sekarang nih bulan apa siy..apa iya bulan musim ujan?? Perasaan dulu musim ujan itu di bulan yang akhirannya ber-ber-ber deh. Ini April kan guys??

 

Hampir tiap sore gini hujan turun lebat sekali. Kalau sudah begitu pasti di jalan macet dan banjir or paling tidak becek.

 

Syukuri sajalah…

 

Di dalam hujan deras dan jalanan yang macet juga becek…always ada Tuhan disana 🙂

 

No worry lah…

 

 

***cup