Pernikahan adalah sebuah Perjanjian

Kemarin malam jeng jun and my beloved ikut BPN kelas besar di Maizonet ( finally back to that place ūüėÄ ). Pelajaran kemarin kembali ke modul A mengenai “Marriage is Covenant”. Berarti jeng jun sudah kali kedua ini mengikuti pelajaran yang sama. Meskipun sebelumnya sudah pernah menerima pelajaran ini, namun tetap saja jeng jun diberkati sekali dengan pelajaran kemarin.

WOW….

Allah sungguh menilai sebuah pernikahan sesuatu yang berharga. Dalam alkitab Perjanjian Lama, Allah memulai dengan sebuah pernikahan ( Adam & Hawa), kemudian mengakhiri Perjanjian Lama, lagi-lagi Allah berbicara tentang sebuah pernikahan ( kitab Maleakhi). Mulai ke kitab Perjanjian Baru, Allah berbicara mengenai pernikahan di kitab pertama yaitu Matius.  Yesus juga melakukan mujizat pertama kali ada di dalam pernikahan di Kana. Lalu kitab Perjanjian Baru juga ditutup dengan sebuah perkawinan Anak Domba Allah ( kitab Wahyu). Bahkan Tuhan Yesus menyebut gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Bukankah mempelai wanita hanya ada di dalam istilah pernikahan? Dari situ nampak sekali bahwa Pernikahan merupakan inisiatif Allah dan Allah sangat memandang bahwa Pernikahan itu sesuatu yang KUDUS.

Point dari pelajaran kemarin sebenarnya sudah jeng jun tulis pada postingan jeng jun waktu lalu. Kalau mau baca-baca silahkan klik https://junitasimatupang.wordpress.com/2009/03/07/786/

” Dimana dua atau tiga orang berkumpul, maka Allah hadir ditengah-tengah mereka”, itu salah satu¬†bunyi¬†dari¬†Firman Tuhan.¬† Itu benar sekali bahwa Allah adalah maha hadir dan kehadiranNya-lah yang kita rasakan.

Namun, dalam sebuah pemberkatan pernikahan ALLAH sungguh hadir secara fisik disana. Kenapa? Karena ketika sepasang pria dan wanita yang mengucapkan janji pernikahan, Allah turut serta dalam perjanjian tersebut. Yang berjanji bukan hanya antara pria dan wanita itu, tetapi juga ALLAH. Makanya pemegang perjanjian pernikahan ( covenant keeper) adalah Allah, suami dan istri.  Allah berjanji akan memberkati pernikahan dan keluarga yang kelak akan terbentuk nanti.

Jika seorang suami/istri meninggalkan istri/suaminya, maka yang ditinggalkan tidak pernah sendiri tetapi dia  bersama dengan Allah memegang perjanjian tersebut ( covenant keeper ).

Amazing right?

“Adalah sebuah kehormatan bagi manusia yang¬†Allah percayakan untuk masuk dalam sebuah pernikahan”

Allah memiliki visi khusus bagi sebuah pernikahan/keluarga.

Cerita sedikit mengenai hasil survey yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat ( AS ) mengenai kondisi negara dan orang-orang yang ada saat ini. AS dikenal sebagai negara adidaya selama 100 tahun belakangan ini. Namun, melihat kondisi AS sekarang ini, pemerintah mengakui adanya penurunan kualitas orang-orangnya.¬† Banyak negara-negara maju lainnya yang sedikit demi sedikit mulai menguasai dunia. Nah melihat kondisi ini, akhirnya pemerintah AS melalukan sebuah riset untuk mencari jalan keluar agar AS tetap menjadi negara ADIDAYA. Singkat cerita, dari riset yang mereka lakukan, satu solusi yang bisa mempertahankan kredibilitas AS sebagai negara ADIDAYA adalah “pemulihan sebuah keluarga”.

Berdasarkan survei, orang-orang sukses, pandai, cerdas ,orang-orang ahli yang memegang peranan-peranan penting adalah mereka yang lahir dari orang-orang ( nenek moyang ) yang takut akan Tuhan.

Jika sepasang suami dan istri melahirkan anak-anak yang Takut akan Tuhan yang  mengajarkan nilai-nilai Kebenaran Firman Tuhan sejak dini( pendidikan awal lahir dalam sebuah keluarga-red) maka bisa dibayangkan anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang berpengaruh bagi generasinya. Demikian pula, pasti anak-anak mereka akan mengajarkan hal yang sama kepada keturunan mereka nanti dan demikian seterusnya.

So ? Sudah menangkapkan betapa pentingnya sebuah pernikahan itu dan itulah tujuan Allah men-design sebuah keluarga ( awalnya dari pernikahan). Hanya ada 2 lembaga yang Allah ciptakan yaitu Keluarga dan Gereja.

Masih takut untuk menikah? Tidak perlu rasanya. Jangan takut dengan apa yang akan kita makan, minum dan pakai dalam keluarga kita nanti (yang akan dibentuk dari pernikahan) karena ALLAH-lah yang mempunyai inisiatif dalam sebuah pernikahan.

Jadi teman-teman, jangan terlalu kreatif buru-buru menentukan pilihan untuk teman hidupmu. Jangan memakai pengertianmu sendiri, tetapi bersandarlah pada Tuhan. Libatkan Dia ketika engkau mulai mencari/menunggu pasangan hidupmu. Jangan sampai salah memilih pasangan hidupmu!! Karena ketika janji nikah itu sudah terucap, itu sudah termaterai dan tidak dapat dibatalkan sampai maut memisahkan.

 

Hargailah diri anda dan jadilah pemuda/pemudi yang sehat, menikahlah dengan pemuda/pemudi yang sehat maka PERNIKAHANMU AKAN MENJADI PERNIKAHAN YANG SEHAT.

Be blessed

***cup

 

Iklan

4 pemikiran pada “Pernikahan adalah sebuah Perjanjian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s