Asmara di “Dewasa Muda”

 

Belakangan ini seperti sebuah “wabah” mulai “menyerang” temen-temen jeng jun di komunitas jeng jun saat ini. Dan rata-rata dari mereka adalah temen-temen sepelayanan jeng jun. Apakah wabah itu menular? Apa memang sudah masanya seperti itu ?

 

Asmara!!Ya itulah yang jeng jun maksud dengan wabah tadi. Sebelumnya jeng jun harus minta maaf terlebih dahulu karena sudah menyebut hal itu dengan sebutan wabah. Negatif kesannya, tapi jeng jun harus jujur mengatakan memang seperti itulah yang kelihatannya terjadi!

 

Melanggar prosedur/ketentuan/aturan/nilai-nilai malah melangkahi OTORITAS adalah perbuatan yang negatif.

 

Disatu sisi jeng jun mengerti sekali posisi mereka yang butuh waktu untuk saling mengenal, butuh kebersamaan untuk berkomunikasi atau bahkan butuh untuk saling mengenal keluarga masing-masing untuk rencana masa depan.

 

Mungkin hal itu akan dapat ditolerir jika mereka memang sudah yakin dan mantab untuk melangkah ke pernikahan, sudah mendapat konfirmasi dari yang Empunya segalanya yaitu God.

 

Tapi apa yang terjadi ternyata mereka yang sedang menjalaninya pun masih belum yakin 100% dan sama sekali belum memiliki rencana ke depannya. Lha…bagaimana ini? Belum mau melangkah ke arah yang lebih serius(pernikahan) tapi udah pengen buru-buru di announcement ( diumumkan ) di depan umum bahwa mereka adalah pasangan.

 

Hey….boys and girls… itu namanya ANDA sedang coba-coba!! So wasting time kalau begitu!! Yang ada nantinya kalian akan saling menyakiti satu sama lain dan pasti ada yang terluka. Lagian nih…kita kan sama-sama tahu nilai-nilai yang dibangun di Gereja lokal kita seperti apa, ya toh?

 

Jeng jun akui bahwa jeng jun dulu juga seperti itu dengan my beloved. Terbukti masa pacaran kami sampai saat ini sudah berjalan 7 tahun.  Dulu jeng jun terus terang tidak dibagikan mengenai nilai-nilai ini di Gereja jeng jun yang lama. Kalau bisa berjalan hubungan ini sampai saat sekarang ini… I said that its only by HIS grace! Dan sepanjang perjalanan ini bukan tidak pernah kami saling “melukai” satu sama lain. Berhubung jeng jun sudah mengalami lebih dulu, jeng jun sangat menyarankan untuk ikutilah nilai-nilai KEBENARAN itu! Jauh lebih baik apabila ketika ingin membangun hubungan, kita benar-benar mendapat konfirmasi dari Tuhan dengan JELAS dan dari awal sudah memiliki visi untuk sebuah pernikahan.

 

Temanku, ikutilah prosedur yang ada! Tetap submitt sama otoritas dan pada masa “pengujian” kalian ini…STOP untuk bertindak banyak sebagai seorang manusia. Anda bisa saja salah mengenali perasaan anda sendiri, anda bisa saja salah mengerti rencana yang sebenarnya dari Tuhan, anda bisa saja salah memandang segala sesuatunya dan paling parah adalah keputusan anda untuk membangun hubungan tersebut bisa saja salah.

 

Andalkan Tuhan dan bermainlah sesuai dengan RULE-nya Tuhan. Perbuatan melanggar otoritas berarti something wrong with you”

 

 

STOP mencari-cari alasan untuk membela diri sekalipun hal itu kelihatannya benar dan itulah yang kalian butuhkan.  Bersikaplah fair and gentle! Kalian kan tahu kalian ini adalah pemimpin yang sudah seharusnya memberi teladan bagi Dewasa Muda.

 

Honestly, I am happy jika melihat kalian “bahagia” berpasangan seperti itu! Tapi jeng jun akan benar-benar bahagia apabila kalian bisa membangun masa pra nikah kalian dengan tidak bercela dan bercatat di mata Tuhan. Kalau jeng jun baru benar-benar mengerti nilai-nilai ini in the last minutes hubungan jeng jun, I wish I can see u all menghidupi nilai-nilai KEBENARAN itu sejak awal hubungan pra-nikah kalian.

 

 

I love u full…

 

 

Semangat!!!

 

 

***cup

Berisik ih

 

Aduh mereka berisik banget sih !!! Gak tahu apa ya jeng jun sedang serius bekerja mengejar lemburan hari ini??!!!

 

 

Lho…lho… koq bisa update blog sih ?!!!

 

Yah namanya juga usaha…hehehe 😀

 

 

Udah ah…

 

 

 

Semangat!!!

 

 

***cup

Perjalanan singkat ke Solo

 

Perjalanan yang bisa dibilang mendadak, singkat namun menyenangkan. Tanggal 13 Agustus lalu tepat malam hari, jeng jun dan my beloved berangkat ke Solo demi mengemban tugas nan mulia ( hehehe…gak deng itu lebay!!)

 

Kepulangan kami ke Solo untuk fitting baju pengantin ( uhukk… jadi maluuu). So far semua berjalan dengan lancar 😀

 

Namun demikian, fitting baju kemarin sukses membakar hasrat jeng jun untuk lebih ketat dan gigih lagi ngecilin badan 😦  hikz…

 

Ya gak mau lha tar pas pengantenan kostum jeng jun model karung gitu 😦

 

C’mon… I believe I can do it… YES I CAN !!!

 

Mumpung masih beberapa bulan lagi nih. Pasti bisa!!!Pasti bisa!!!

 

 

Semangat !!!!!!!

 

 

 

***cup

Menunggu

 

Agh… tidak pernah merencanakan sebelumnya kalau jam segini jeng jun masih di kantor. Wong jam 6.35 tadi jeng jun sudah berada di bawah untuk siap meluncur pulang ( eh..ke gereja deng soalnya ada latihan ). Pantes koq my beloved belum keliatan batang hidungnya, ternyata dia masih berada di Kedoya dinas keluar dari kantor begitu bunyi smsnya.

 

Arrrgghhhhhhhhhh *bete mode on*

 

BT banget kalau harus nunggu di bawah sendirian kan?! Kenapa telat sih kirim smsnya!!!

 

Akhirnya daripada jeng jun sendirian seperti orang yang tidak pintar di lobby, mending jeng jun naik lagi ke lantai 4 trus kembali ke meja kerja jeng jun untuk browsing-browsing atau sekedar chating seperti saat ini!

 

Pffuihh… benar memang kata orang-orang bahwa menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan !!!

 

 

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa *menangis mode on*

 

Mauuu pulanggggggss…

 

Hiks…hiks…hiks 😦

 

 

Semangatttt !!!!

 

 

***cup

I’m FREE

 

“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang ” ( Amsal 23:18 )

 

 

Jeng jun sungguh mendapatkan impresi dari ayat emas diatas. Firman Tuhan tersebut yang sering jeng jun perkatakan tatkala hati mulai gundah gulana, di saat iman untuk menggapai mimpi-mimpi jeng jun di masa depan mulai lemah.

 

I have a big vision for my future and if I thinking of it… I don’t know how to make it happen…. how to start it…

 

Minggu kemarin tepatnya di Ibadah Raya Dewasa Muda, jeng benar-benar diberkati dengan Firman Tuhan yang disampaikan. Kita hanya manusia yang bisa saja salah dalam mengambil keputusan, salah dalam melangkah dan salah dalam mengerti apa yang terbaik sebenarnya buat hidup kita di masa mendatang. Untuk itu WE ALL NEED GOD… YES… WE ALL NEED GOD!

 

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”

 

Seringkali iman kita menjadi lemah tatkala kita melihat atau membandingkan diri kita dengan orang-orang disekeliling kita. Si pembicara minggu kemarin K’Andri Panjaitan cerita bahwa beliau juga pernah mengalami hal tersebut. Waktu itu, dia diundang oleh seseorang yang ingin dibaptis di rumahnya (kolam renang sendiri). Memang orang yang ingin dilayani ini adalah orang yang sangat diberkati. Selesai melayani baptisan, si yang empunya rumah mengajak kak Andri ini untuk berbincang-bincang bersama teman-temannya yang lain. Dalam perbincangan tersebut, kak Andri hanya mendengar pembicaraan orang-orang kaya tersebut. Orang-orang tersebut mulai satu persatu cerita tentang kehidupan mereka. Ada yang bercerita baru pulang liburan dari Hawai bersama keluarganya. Ada juga yang menceritakan baru membeli sebuah mobil mewah Mersedez Sport untuk hadiah ulangtahun sang istri. Kemudian ada seorang yang bercerita bagaimana dia memasukan anaknya ke Pre School dengan uang masuk 30 juta dan cerita-cerita WAH lainnya. Saat mendengar cerita-cerita tersebut, menurut pengakuannya kak Andri mulai merasa menjadi orang yang paling miskin di dunia. Hatinya menangis dan imannya mulai lemah. Ia mulai kuatir bagaimana masa depannya nanti ( kak andri ini belum menikah namun sudah menjadi DOSEN S2 di salah satu universitas swasta terkenal). Gelisahnya tersebut nampak juga terbawa-bawa sampai malam hari sebelum ia tertidur. Bahkan beliau berkata dia tidur dengan hati yang menangis.

 

Tuhan adalah GEMBALA yang baik. Mazmur 23 itulah yang menjadi kekuatan dan yang memulihkan kembali kak Andri ketika pagi hari ia bangun tidur dan datang kepada Tuhan. Akhirnya IMAN itu bangkit kembali dan ia siap melangkah bersama Tuhan sebagai GEMBALAnya yang BAIK!

 

Kenapa hamba Tuhan seperti kak Andri ini bisa mengalami ketakutan seperti itu ? Karena beliau pada saat itu bercermin kepada dunia ini tidak lagi kepada KRISTUS. Dia mulai lemah ketika ia bercermin kepada teman-temannya yang sukses dalam hidup saat ini. Padahal jika saja dia bercermin pada KRISTUS, ia akan tahu kalau ia adalah orang yang terpilih dan dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang yang sukses itu. Bahwa di dalam KRISTUS ia BERHARGA.

 

Seberapa sering akhirnya kita menjadi lemah karena kita bercermin pada dunia ini? Padahal jika saja cermin yang kita pakai adalah KRISTUS, kita akan tahu betapa berharganya diri dan hidup kita ini. Kita akan menjadi pribadi yang akan selalu bersyukur dan maksimal melakukan apapun juga dalam HIDUP ini.  Saya benarkan saudara ? 😀

 

Jadi inget kotbah di Ibadah Raya 2 minggu lalu, disebutkan bahwa 3 tingkatan dalam hidup yaitu :

1. Survive ( Bertahan)

Hidup seperti ini tidaklah cukup. Biasanya orang-orang yang hidup di tingkatan ini akan sangat mudah diombang-ambingkan oleh keadaan/situasi bahkan tak jarang sering melanggar nilai-nilai KEBENARAN. Karena mereka harus SURVIVE supaya dapat hidup.

2. SUCCESS ( Sukses )

Tingkatan hidup ini yang paling diidam-idamkan oleh semua orang bahwa belakangan menjadi target utama bagi anak-anak Tuhan. Apa ini semata-mata yang Tuhan inginkan? Ada contoh yang kontras antara kehidupan Mother Theresia dan Michael Jackson ( maaf saya menyebutkan nama-red). Mother Theresia dengan kehidupannya yang sederhana namun dalam hidupnya begitu banyak orang yang diberkati. Bahkan meskipun beliau sudah tiada namun sampai saat ini hidupnya masih berbicara! Michael Jackson memang sukses, apapun dapat ia beli di dunia ini. Namun sampai saat ini kehidupan pribadinya masih menjadi TANDA TANYA bagi orang-orang.

3. Significance ( Hidup yang berarti )

Inilah target tingkatan yang TUHAN mau atas hidup kita. Menjadi orang yang berarti bagi orang-orang disekitar kita bahkan bagi BANGSA-BANGSA! Mother Theresia contohnya. Tuhan tidak hanya menginginkan agar kita menjadi orang-orang sukses tapi Tuhan terlebih rindu agar kita menjadi orang-orang yang berarti. MELAKUKAN sesuatu bagi orang lain.  Seberapa banyak anak-anak Tuhan saat ini memiliki target hidup hanya untuk memenuhi impian/keinginan/kepuasan pribadinya sendiri. Sukses untuk menaikkan martabat keluarga semata, demi masa depan yang lebih baik.

 

Paradigma jeng jun diubahkan karena kebenaran-kebenaran tersebut. Jeng jun tidak ingin sekedar SUKSES hanya untuk kepuasan pribadi. Jeng jun tidak mau beralasan kalo kita SUKSES orang lain akan melihat KRISTUS dalam hidup kita tapi tanpa jeng jun berbuat apa-apa untuk orang lain??? It’s NOTHING ! Eits… ini gak berarti jeng jun gak ingin sukses lho ya.. jangan salah persepsi ! Jeng jun hanya memiliki paradigma yang baru untuk mencapai mimpi-mimpi jeng jun 😀 . Ini penting nih, PARADIGMA yang benar akan menghasilkan TINDAKAN-TINDAKAN yang benar! TINDAKAN itu bisa disebut juga USAHA.

 

😀 Ok gimana saudaraku?

 

 

Hidup di dalam Tuhan pasti penuh pengharapan dan hukum itu berlaku selama-lamanya-

 

 

Semangat !!!

 

***cup

 

Everything is gonna be alright

 

Kamis lalu tepatnya tanggal 6 Agustus 2009, jeng jun dan my beloved melancong ke Kebayoran hendak mengunjungi family jeng jun. Jeng jun berangkat pulang kerja bersama my beloved.

 

Adapun tujuan kunjungan jeng jun tersebut adalah untuk membicarakan beberapa hal mengenai persiapan rencana pernikahan jeng jun :d

 

Dari hasil pembicaraan kemarin, so far sih  so good dan tidak ada kendala. Semuanya bisa diselesaikan dengan KOMUNIKASI.  Maklumlah pernikahan ini menyatukan dua keluarga dengan dua budaya yang berbeda.

 

Selain mendapat titik terang sehubungan dengan rencana pernikahan jeng jun, jeng jun juga mendapat inspirasi lewat pengalaman hidup si bou itu ( bou= kakaknya bokap jeng jun ). Di usia beliau yang sudah diatas 70th, beliau masih saja aktif berbuat sesuatu untuk orang lain. Beliau memang aktif pelayanan di gerejanya, namun beliau menunjukkan bahwa pelayanannya kepada Tuhan tidak dibatasi dalam sebuah tembok/gedung gereja. Beliau justru lebih aktif untuk melayani di luar tembok/gedung gereja. Salut mendengar pengalaman luar biasa yang beliau dan teman2nya lakukan bagi orang lain. Setiap hari mereka memberi makan kepada para tukang sapu jalan, pengemis, tukang sampah atau orang-orang golongan kurang mampu di daerah Blok M sana. Mereka menggelar warung nasi murah dimana hanya dengan membayar 500 perak sudah mendapat sepiring makanan 4 sehat. Makanan yang mereka sediakan bukan makanan asal… NO… mereka benar2 mempersiapkan makanan itu dan dari menu-menunya saja…WOW… hanya dengan 500 perak lho !!!

 

 

Beliau juga aktif di salah satu organisasi diluar gereja yang orientasinya membantu kota-kota di Indonesia yang mengalami kemalangan bencana alam. Selain itu, mereka juga mengurus pengobatan gratis.

 

WOWWWW… untuk ukuran seorang nenek berusia diatas 70thn… beliau cukup aktif untuk berpergian mengunjungi kota-kota di Indonesia. Dari cerita beliau, prinsip hidupnya adalah menjadi terang dan garam dimana pun kita berada. Dengan bersemangat dia berkata bahwa menolong orang yang membutuhkan adalah kebahagian bagi dia.

 

Sungguh memberikan inspirasi buat jeng jun secara pribadi. Jeng jun sendiri belum melakukan banyak hal untuk orang lain. Rasanya jeng jun masih banyak hidup untuk diri sendiri dan memikirkan keperluan diri sendiri.

 

YES, jeng jun akan mulai dari perkara kecil dan sederhana dalam kehidupan jeng jun sehari-hari.

 

 

 

Semangattttttttt!!!!!!!!!!!

 

***cup

Halo..halo..

 

Hi…

 

Sudah lama nih gak update blog 😀

 

 

Binun mau nulis apa @%#^$&%*%(^(

 

 

Jeng jun sedang enggan menulis akhir-akhir ini. Abiez belum ada ide hendak menulis apa 😀

 

 

Selain itu, gak ada waktunya juga secara kerjaan lagi banyak nih.

 

 

Semangat untuk semua!!!!!!!!

 

 

 

***cup