“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang ” ( Amsal 23:18 )
Jeng jun sungguh mendapatkan impresi dari ayat emas diatas. Firman Tuhan tersebut yang sering jeng jun perkatakan tatkala hati mulai gundah gulana, di saat iman untuk menggapai mimpi-mimpi jeng jun di masa depan mulai lemah.
I have a big vision for my future and if I thinking of it… I don’t know how to make it happen…. how to start it…
Minggu kemarin tepatnya di Ibadah Raya Dewasa Muda, jeng benar-benar diberkati dengan Firman Tuhan yang disampaikan. Kita hanya manusia yang bisa saja salah dalam mengambil keputusan, salah dalam melangkah dan salah dalam mengerti apa yang terbaik sebenarnya buat hidup kita di masa mendatang. Untuk itu WE ALL NEED GOD… YES… WE ALL NEED GOD!
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”
Seringkali iman kita menjadi lemah tatkala kita melihat atau membandingkan diri kita dengan orang-orang disekeliling kita. Si pembicara minggu kemarin K’Andri Panjaitan cerita bahwa beliau juga pernah mengalami hal tersebut. Waktu itu, dia diundang oleh seseorang yang ingin dibaptis di rumahnya (kolam renang sendiri). Memang orang yang ingin dilayani ini adalah orang yang sangat diberkati. Selesai melayani baptisan, si yang empunya rumah mengajak kak Andri ini untuk berbincang-bincang bersama teman-temannya yang lain. Dalam perbincangan tersebut, kak Andri hanya mendengar pembicaraan orang-orang kaya tersebut. Orang-orang tersebut mulai satu persatu cerita tentang kehidupan mereka. Ada yang bercerita baru pulang liburan dari Hawai bersama keluarganya. Ada juga yang menceritakan baru membeli sebuah mobil mewah Mersedez Sport untuk hadiah ulangtahun sang istri. Kemudian ada seorang yang bercerita bagaimana dia memasukan anaknya ke Pre School dengan uang masuk 30 juta dan cerita-cerita WAH lainnya. Saat mendengar cerita-cerita tersebut, menurut pengakuannya kak Andri mulai merasa menjadi orang yang paling miskin di dunia. Hatinya menangis dan imannya mulai lemah. Ia mulai kuatir bagaimana masa depannya nanti ( kak andri ini belum menikah namun sudah menjadi DOSEN S2 di salah satu universitas swasta terkenal). Gelisahnya tersebut nampak juga terbawa-bawa sampai malam hari sebelum ia tertidur. Bahkan beliau berkata dia tidur dengan hati yang menangis.
Tuhan adalah GEMBALA yang baik. Mazmur 23 itulah yang menjadi kekuatan dan yang memulihkan kembali kak Andri ketika pagi hari ia bangun tidur dan datang kepada Tuhan. Akhirnya IMAN itu bangkit kembali dan ia siap melangkah bersama Tuhan sebagai GEMBALAnya yang BAIK!
Kenapa hamba Tuhan seperti kak Andri ini bisa mengalami ketakutan seperti itu ? Karena beliau pada saat itu bercermin kepada dunia ini tidak lagi kepada KRISTUS. Dia mulai lemah ketika ia bercermin kepada teman-temannya yang sukses dalam hidup saat ini. Padahal jika saja dia bercermin pada KRISTUS, ia akan tahu kalau ia adalah orang yang terpilih dan dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang yang sukses itu. Bahwa di dalam KRISTUS ia BERHARGA.
Seberapa sering akhirnya kita menjadi lemah karena kita bercermin pada dunia ini? Padahal jika saja cermin yang kita pakai adalah KRISTUS, kita akan tahu betapa berharganya diri dan hidup kita ini. Kita akan menjadi pribadi yang akan selalu bersyukur dan maksimal melakukan apapun juga dalam HIDUP ini. Saya benarkan saudara ?
Jadi inget kotbah di Ibadah Raya 2 minggu lalu, disebutkan bahwa 3 tingkatan dalam hidup yaitu :
1. Survive ( Bertahan)
Hidup seperti ini tidaklah cukup. Biasanya orang-orang yang hidup di tingkatan ini akan sangat mudah diombang-ambingkan oleh keadaan/situasi bahkan tak jarang sering melanggar nilai-nilai KEBENARAN. Karena mereka harus SURVIVE supaya dapat hidup.
2. SUCCESS ( Sukses )
Tingkatan hidup ini yang paling diidam-idamkan oleh semua orang bahwa belakangan menjadi target utama bagi anak-anak Tuhan. Apa ini semata-mata yang Tuhan inginkan? Ada contoh yang kontras antara kehidupan Mother Theresia dan Michael Jackson ( maaf saya menyebutkan nama-red). Mother Theresia dengan kehidupannya yang sederhana namun dalam hidupnya begitu banyak orang yang diberkati. Bahkan meskipun beliau sudah tiada namun sampai saat ini hidupnya masih berbicara! Michael Jackson memang sukses, apapun dapat ia beli di dunia ini. Namun sampai saat ini kehidupan pribadinya masih menjadi TANDA TANYA bagi orang-orang.
3. Significance ( Hidup yang berarti )
Inilah target tingkatan yang TUHAN mau atas hidup kita. Menjadi orang yang berarti bagi orang-orang disekitar kita bahkan bagi BANGSA-BANGSA! Mother Theresia contohnya. Tuhan tidak hanya menginginkan agar kita menjadi orang-orang sukses tapi Tuhan terlebih rindu agar kita menjadi orang-orang yang berarti. MELAKUKAN sesuatu bagi orang lain. Seberapa banyak anak-anak Tuhan saat ini memiliki target hidup hanya untuk memenuhi impian/keinginan/kepuasan pribadinya sendiri. Sukses untuk menaikkan martabat keluarga semata, demi masa depan yang lebih baik.
Paradigma jeng jun diubahkan karena kebenaran-kebenaran tersebut. Jeng jun tidak ingin sekedar SUKSES hanya untuk kepuasan pribadi. Jeng jun tidak mau beralasan kalo kita SUKSES orang lain akan melihat KRISTUS dalam hidup kita tapi tanpa jeng jun berbuat apa-apa untuk orang lain??? It’s NOTHING ! Eits… ini gak berarti jeng jun gak ingin sukses lho ya.. jangan salah persepsi ! Jeng jun hanya memiliki paradigma yang baru untuk mencapai mimpi-mimpi jeng jun
. Ini penting nih, PARADIGMA yang benar akan menghasilkan TINDAKAN-TINDAKAN yang benar! TINDAKAN itu bisa disebut juga USAHA.
Ok gimana saudaraku?
-Hidup di dalam Tuhan pasti penuh pengharapan dan hukum itu berlaku selama-lamanya-
Semangat !!!
***cup