Oleh: june | Desember 31, 2009

Berakhirnya tahun 2009

 

Tinggal beberapa jam lagi kita sudah berada di tahun yang baru. Tidak terasa satu tahun atau 365 hari sudah kita melewati begitu banyak peristiwa dan kejadian. Pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan hanyalah sesuatu yang membawa kita semakin bersyukur kepada Tuhan dan menjadikan kita manusia yang lebih dewasa dari sebelumnya.

Tahun 2009 merupakan tahun yang spesial bagi jeng jun secara pribadi. Di tahun inilah jeng jun mengakhiri masa lajang untuk mendapatkan status baru sebagai seorang Istri bagi pasangan hidup jeng jun. Tahun 2009 adalah tahun penggenapan janji Tuhan bagi jeng jun dan pasangan jeng jun.

Tahun 2009 juga merupakan tahun “perpisahan” bagi jeng jun dan komunitas yang sudah kurang lebih 9 tahun telah menemani hari-hari jeng jun. “Perpisahan” yang paling tidak diinginkan oleh semua orang di dalamnya ketika itu. “Perpisahan” yang membuat  kemesraan,kebersamaan dan keharmonisan tidak lagi menemani hari-hari di moment Natal dan Tahun baru kali ini. Tinggalah masing-masing merayakan kedua moment tersebut dengan komunitas baru,keluarga atau sahabat-sahabat lainnya. Namun demikian jeng jun tetap saja menerima beberapa pesan dari beberapa orang yang menyatakan kesepian dan kesedihan menjalani hari-hari mereka di moment Natal dan Tahun Baru kali ini. Kata mereka… merindukan kebersamaan, kemesraan dan keharmonisan seperti dulu lagi dimana waktu itu seolah-olah tidak ada yang mampu memisahkan kami.

Di kala termenung kadang-kadang jeng jun juga sempat teringat kenangan-kenangan manis bersama komunitas ini. Canda dan tawa yang selalu menghiasi setiap pertemuan kami tanpa perduli berjalannya waktu. Terbukti sering sekali waktu pertemuan kami melampaui batas yang sudah disepakati sebelumnya. Bahagianya waktu itu…

Hmmm… sedikit penyesalan dihati adalah jeng jun melangsungkan moment penting jeng jun di tahun ini yang hanya akan sekali seumur hidup saja jeng jun langsungkan …tidak dihadiri oleh mereka. Padahal jeng jun tidak akan mengulangi lagi moment ini. Ya…it’s my wedding day.  Seandainya dulu kami masih terus bersama-sama, jeng jun yakin sekali pasti akan ada waktu dan kesempatan untuk hadir walaupun tempat pelaksanaannya nun jauh disana.  Di sini jeng jun tidak kecewa dan marah kepada mereka. Bukan! Jeng jun mengertiii sekali kesibukan mereka yang kalau dihitung-hitung prioritasnya pastilah lebih penting dibanding moment jeng jun itu. Hanya saja sekali lagi jeng jun koq teramat sangat yakin sekali ya jika saja kami masih bersama-sama seperti dulu pasti mereka akan hadir. Itu saja !

Tahun 2009, ada banyak hal yang belum tercapai dan dilakukan. Ada banyak hal yang perlu dikoreksi dan diperbaiki. Ada banyak hal yang harus diteruskan dan kembangkan di tahun yang akan datang.

Tahun 2010 sebentar lagi akan hadir. Tahun EMAS! Tahun dimana jeng jun berharap menemukan my promise land dan maksimal disana bagi Tuhan.

-Apapun yang akan terjadi, jika kita bersama-sama Tuhan… it’s OK -

Happy a promising New Year 2010 all…

God bless u all…

***cup

Oleh: june | Desember 30, 2009

Balado telur dan sawi tahu

 

Kemarin malam jeng jun praktek masak dengan menu telur balado dan sayur sawi+tahu. Resep ini jeng jun dapet dari rekan kerja jeng jun. Mereka dengan kompak dan serunya mendikte jeng jun yang sedang asik mencatat bahan-bahan dan cara pembuatannya. Maklum sebelumnya jeng jun belum pernah masak :D hehe

Berhasil…berhasil…berhasil…!!!

Masakan jeng jun enak kata my beloved. Padahal jeng jun baru praktek lho..

Kurang lebih 2 minggu terakhir ini jeng jun selalu masak setiap hari sehabis pulang kerja. Dan semua masakan jeng jun itu pertama kali praktek. Rasanya enak ??!! Ya iyalah jeng jun gitu lho… * narsis mode on*

” Gue tuh yakin pasti bisa masak deh tar…pasti masakan gw enak rasanya secara taste gw itu OK punya, ” begitu jeng jun berkata semasa single dulu.

Jeng jun pikir-pikir bener juga ah … * eitss..dilarang nimpukin*

Pokoknya nih…biar gak ngecewain kalian semua… jeng jun akan terus belajar…belajar dan belajar memasak ! Janji deh  * huuu…sorak orang-orang*

Pandai memasak dan mencoba 50 resep menu baru adalah salah satu RESOLUSI jeng jun di tahun 2010 nanti :D

Semangatttttt!!!!

***cup

Oleh: june | Desember 28, 2009

Belajar memasak

 

Yupz…itulah hobby jeng jun sekarang-sekarang ini :D

MEMASAK!!

Selain karena jeng jun merasa sudah kewajiban dan kerelaan untuk memasak makanan buat suami, ternyata memasak mampu membuat jeng jun jatuh hati.

Kesenangan itu juga dipicu dari pujian dari sang suami tercinta. Walau masakan jeng jun sangat sederhana ( belum bisa yg rumit2 ), tapi tidak lupa my beloved selalu mengucapkan terima kasih atas masakan yang sudah jeng jun buat. Malah dengan bangganya dia cerita ke teman-teman mengenai masakan jeng jun :D

” Terima kasih sayang sudah masakin mas. Belajar terus ya, cari tau fungsi bumbu-bumbu di internet. Love u “, begitu bunyi salah satu smsnya.

Coba… gimana jeng jun gak semangat untuk belajar masak kalo suami tercinta mendukung dan memuji terus ^_^

Duh… jadi semangat masak nih :D

Nanti sore mau masak apa yaaaa….

I love my lovely husband

***cup

Oleh: june | Desember 24, 2009

Merry Christmas

 

Hip..hip..horee..horee.. !!!

Natal tlah tiba…natal tlah tiba…hore..hore..horee…

Duh…jeng jun seneng banget sama suasana Natal. Damai, tentram dan tenang. Indah banget !!

Mengingat kasih Bapa yang sangat besar. Thank you Lord!

Di moment natal seperti ini biasanya jeng jun dibawa mengenang masa-masa indah di kehidupan jeng jun yang lalu. Sama halnya dengan kali ini. 

Manis mengingat kenangan-kenangan indah nan menyenangkan itu. Kenangan tentang apa saja dan dengan siapa saja baik dengan keluarga, sahabat dan teman-teman yang lain. Kenangan tentang kejadian, peristiwa dan event-event yang terjadi di masa lalu .

Indahnya…

Merry Christmas all…

I Love u God …I Love u all…

***cup

Oleh: june | Desember 15, 2009

Kami perlu KAU Tuhan

 

Tujuh belas hari sudah jeng jun melalui hari-hari bersama dengan suami tercinta.

” Hmm…pengantin baru,” begitu mungkin teman-teman berkata.

“Emang!”, jawab kami :D

Ada gaya hidup baru yang selalu jeng jun dan my beloved lakukan selama hidup bersama ini. Tentu saja ini merupakan kesepakatan kami yang kami buat setelah resmi menjadi sepasang suami dan istri.

Setiap pagi sebelum kami memulai aktivitas kami, terlebih dahulu kami datang kepada Tuhan untuk saat teduh. Menyembah Tuhan, mendengar Firman Tuhan dan berdoalah yang kami lakukan bersama setiap pagi. Setelah itu, baru kami mulai mempersiapkan diri untuk berjuang di pekerjaan kami masing-masing. Begitu juga di malam hari sebelum tidur kami selalu berdoa bersama.

Kami perlu Tuhan ! Ya kami perlukan Tuhan! Setiap saat setiap detik dalam hidup kami, kami perlu Tuhan.

Pernikahan merupakan sesuatu yang baru bagi kami berdua ( ya iyalah…status kami masih sama-sama single sebelum kami berkomitmen pra-nikah).  Karena baru itu, kami belum banyak tahu dan belum berpengalaman sama sekali gimana kehidupan berumah tangga itu sesungguhnya. Jelas..untuk itu, kami perlu Tuhan! Ya perlu Tuhan!!

Biar Tuhan yang menjadi pemimpin kami.

DIA-lah nakhoda bahtera rumah tangga kami ini.

FATHER, be unto us according to YOUR WORDS.

Love u full

***cup

Oleh: june | Desember 12, 2009

Christmas is coming

 

Bulan Desember adalah bulan yang tiap tahun selalu ditunggu-tunggu jeng jun.  Udah tahu dunk ada apa di bulan Desember itu .. awas ya jangan bilang gak tau !!!  *jitak nih..*

IT’S CHRISTMAS GUYS

HO..HO..HO..HO *Santa Claus mode on*

Suasana Chistmas pun sudah terasa tat kala jeng jun mengunjungi Mall dan tempat-tempat umum lainnya. Pernak-pernik Christmas juga terlihat dimana-mana.

Lebih menarik dan exicited lagi bagi jeng jun menjalani bulan ini in the Great moment ini adalah jeng jun sudah bisa menjalani bersama suami tercinta :D

cihuiii…

Important question : Apa refleksi Natal bagi kamu ?

Semangat !!

***cup

Oleh: june | Desember 8, 2009

My new status

 

Well…mulai menulis kembali di blog ini dengan status jeng jun yang baru :D

Pazti tahu dunk apa yang jeng jun maksudkan??!! Ah…suka pura-pura gak tahu gitu deh…. kan beritanya sudah menyebar ke seantero nusantara melalui siaran infotainment :D   *masih narsis ternyata*

28 November 2009 adalah hari terindah dalam sejarah perjalanan jeng jun. Hari dimana jeng jun dengan keputusan mantab dan penuh iman mengikat sebuah perjanjian dengan belahan jeng jun yang sudah dipersiapkan Tuhan.

Tepatnya di Solo, pemberkatan dan resepsinya pun digelar. Senang, bahagia, penuh haru dan syukur atas kebaikan Tuhan.

Ketika pemberkatan berlangsung dan pengucapan janji nikah, jeng jun sungguh merasakan kehadiran Tuhan dan tak tahan menahan tetesan air mata kebahagiaan karena hadirat Allah sungguh nyata. Jeng jun pun melihat hal yang sama dengan my beloved. Kami meneteskan air mata bahagia dan kagum akan perbuatan Allah yang KASIH.

Lalu, bagaimana dengan kehidupan jeng jun dan suami setelah menikah??

EXCITED banget !!!

Tidak pernah kami absen untuk bersekutu bersama dengan Allah di pagi hari. Kami menyadari kalau kami PERLU TUHAN. Dan lewat mezbah yang kami lakukan setiap pagi, kami sungguh mengalami kasih Tuhan lewat kebenaran Firman-Nya.

Sekarang kami tidak lagi dua tetapi satu. Terasa sekali kekuatannya! Jeng jun sungguh merasakannya.

Terima kasih Bapa yang baik. Jadilah pada kami sesuai dengan kehendak-Mu

I love u full

***cup

Oleh: june | November 14, 2009

14 days next

 

14 hari lagi sodara-sodara !!

 

Kadang-kadang kalau sedang berpikir sendiri, I cant imagine before waktunya tiba juga…

 

Kenapa ya akhir-akhir ini terutama hari ini ada sukacita besar yang mengisi hati ini…ntah apa sebabnya….tapi amazed banget sama apa yang udah Tuhan buat dalam hidup jeng jun.

 

Rasanya B-A-H-A-G-I-A sekaliiii… :D :D :D

 

Terima kasih Tuhan buat semuanya. Jadilah pada kami seperti apa yang KAU inginkan.

 

Jeng jun so excited menghadapi hari esok karena Tuhan sudah buktikan pertolongan dan penyertaannya. Jeng jun malah gak sabar menjalani hari esok  bersama my husband dalam rencana Tuhan.

 

I LOVE FULL MY JESUS ^^

 

 

***cup

 

Oleh: june | Oktober 31, 2009

Pernikahan adalah sebuah Perjanjian

Kemarin malam jeng jun and my beloved ikut BPN kelas besar di Maizonet ( finally back to that place :D ). Pelajaran kemarin kembali ke modul A mengenai “Marriage is Covenant”. Berarti jeng jun sudah kali kedua ini mengikuti pelajaran yang sama. Meskipun sebelumnya sudah pernah menerima pelajaran ini, namun tetap saja jeng jun diberkati sekali dengan pelajaran kemarin.

WOW….

Allah sungguh menilai sebuah pernikahan sesuatu yang berharga. Dalam alkitab Perjanjian Lama, Allah memulai dengan sebuah pernikahan ( Adam & Hawa), kemudian mengakhiri Perjanjian Lama, lagi-lagi Allah berbicara tentang sebuah pernikahan ( kitab Maleakhi). Mulai ke kitab Perjanjian Baru, Allah berbicara mengenai pernikahan di kitab pertama yaitu Matius.  Yesus juga melakukan mujizat pertama kali ada di dalam pernikahan di Kana. Lalu kitab Perjanjian Baru juga ditutup dengan sebuah perkawinan Anak Domba Allah ( kitab Wahyu). Bahkan Tuhan Yesus menyebut gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Bukankah mempelai wanita hanya ada di dalam istilah pernikahan? Dari situ nampak sekali bahwa Pernikahan merupakan inisiatif Allah dan Allah sangat memandang bahwa Pernikahan itu sesuatu yang KUDUS.

Point dari pelajaran kemarin sebenarnya sudah jeng jun tulis pada postingan jeng jun waktu lalu. Kalau mau baca-baca silahkan klik http://junitasimatupang.wordpress.com/2009/03/07/786/

” Dimana dua atau tiga orang berkumpul, maka Allah hadir ditengah-tengah mereka”, itu salah satu bunyi dari Firman Tuhan.  Itu benar sekali bahwa Allah adalah maha hadir dan kehadiranNya-lah yang kita rasakan.

Namun, dalam sebuah pemberkatan pernikahan ALLAH sungguh hadir secara fisik disana. Kenapa? Karena ketika sepasang pria dan wanita yang mengucapkan janji pernikahan, Allah turut serta dalam perjanjian tersebut. Yang berjanji bukan hanya antara pria dan wanita itu, tetapi juga ALLAH. Makanya pemegang perjanjian pernikahan ( covenant keeper) adalah Allah, suami dan istri.  Allah berjanji akan memberkati pernikahan dan keluarga yang kelak akan terbentuk nanti.

Jika seorang suami/istri meninggalkan istri/suaminya, maka yang ditinggalkan tidak pernah sendiri tetapi dia  bersama dengan Allah memegang perjanjian tersebut ( covenant keeper ).

Amazing right?

“Adalah sebuah kehormatan bagi manusia yang Allah percayakan untuk masuk dalam sebuah pernikahan”

Allah memiliki visi khusus bagi sebuah pernikahan/keluarga.

Cerita sedikit mengenai hasil survey yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat ( AS ) mengenai kondisi negara dan orang-orang yang ada saat ini. AS dikenal sebagai negara adidaya selama 100 tahun belakangan ini. Namun, melihat kondisi AS sekarang ini, pemerintah mengakui adanya penurunan kualitas orang-orangnya.  Banyak negara-negara maju lainnya yang sedikit demi sedikit mulai menguasai dunia. Nah melihat kondisi ini, akhirnya pemerintah AS melalukan sebuah riset untuk mencari jalan keluar agar AS tetap menjadi negara ADIDAYA. Singkat cerita, dari riset yang mereka lakukan, satu solusi yang bisa mempertahankan kredibilitas AS sebagai negara ADIDAYA adalah “pemulihan sebuah keluarga”.

Berdasarkan survei, orang-orang sukses, pandai, cerdas ,orang-orang ahli yang memegang peranan-peranan penting adalah mereka yang lahir dari orang-orang ( nenek moyang ) yang takut akan Tuhan.

Jika sepasang suami dan istri melahirkan anak-anak yang Takut akan Tuhan yang  mengajarkan nilai-nilai Kebenaran Firman Tuhan sejak dini( pendidikan awal lahir dalam sebuah keluarga-red) maka bisa dibayangkan anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang berpengaruh bagi generasinya. Demikian pula, pasti anak-anak mereka akan mengajarkan hal yang sama kepada keturunan mereka nanti dan demikian seterusnya.

So ? Sudah menangkapkan betapa pentingnya sebuah pernikahan itu dan itulah tujuan Allah men-design sebuah keluarga ( awalnya dari pernikahan). Hanya ada 2 lembaga yang Allah ciptakan yaitu Keluarga dan Gereja.

Masih takut untuk menikah? Tidak perlu rasanya. Jangan takut dengan apa yang akan kita makan, minum dan pakai dalam keluarga kita nanti (yang akan dibentuk dari pernikahan) karena ALLAH-lah yang mempunyai inisiatif dalam sebuah pernikahan.

Jadi teman-teman, jangan terlalu kreatif buru-buru menentukan pilihan untuk teman hidupmu. Jangan memakai pengertianmu sendiri, tetapi bersandarlah pada Tuhan. Libatkan Dia ketika engkau mulai mencari/menunggu pasangan hidupmu. Jangan sampai salah memilih pasangan hidupmu!! Karena ketika janji nikah itu sudah terucap, itu sudah termaterai dan tidak dapat dibatalkan sampai maut memisahkan.

 

Hargailah diri anda dan jadilah pemuda/pemudi yang sehat, menikahlah dengan pemuda/pemudi yang sehat maka PERNIKAHANMU AKAN MENJADI PERNIKAHAN YANG SEHAT.

Be blessed

***cup

 

Oleh: june | Oktober 26, 2009

Wisuda dan Lamaran

 

Puji Tuhan satu persatu akhirnya kelar :D

 

Sabtu lalu akhirnya si mas di wisuda juga. So pasti kedua orangtuanya hadir jauh-jauh dari SOLO untuk berbahagia bersama anaknya tersebut. Jeng jun so pasti ikutan juga dunk :D

 

Mumpung kedua orangtua si mas berada di Jakarta, akhirnya minggu kemarin diadakan acara resmi lamaran di rumah keluarga jeng jun di Kebayoran. Sebenarnya pertemuan sudah pernah dilakukan beberapa bulan lalu. Namun pertemuan kemarin seperti acara resminyalah dengan mengundang beberapa family dekat baik dari jeng jun atau dari si mas.

 

Sekali lagi …Thanks to God…acara berjalan dengan lancar dan aman :D

 

Kenapa jeng jun bilang aman? Karena pertemuan ini sekaligus mempertemukan dua adat dan suku yang berbeda. But, Tuhan bekerja! Tidak ada permasalahan mengenai perbedaan tersebut.

 

Hmm.. kurang lebih sebulan lagi menuju THE DAY. Baik jeng jun dan my beloved sepakat bahwa Tuhan turut bekerja dalam persiapan dan pernikahan kami untuk mendatangkan kebaikan.

 

Terima kasih Tuhan buat kebaikanmu dalam hidupku. Terima kasih sudah menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Mu. Terima kasih atas rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan di dalam-Mu. So, be unto me according to YOUR words, Lord!

 

 

I love u full

 

 

 

***cup

Tulisan Sebelumnya »

Kategori