Oleh: june | Oktober 31, 2009

Pernikahan adalah sebuah Perjanjian

Kemarin malam jeng jun and my beloved ikut BPN kelas besar di Maizonet ( finally back to that place :D ). Pelajaran kemarin kembali ke modul A mengenai “Marriage is Covenant”. Berarti jeng jun sudah kali kedua ini mengikuti pelajaran yang sama. Meskipun sebelumnya sudah pernah menerima pelajaran ini, namun tetap saja jeng jun diberkati sekali dengan pelajaran kemarin.

WOW….

Allah sungguh menilai sebuah pernikahan sesuatu yang berharga. Dalam alkitab Perjanjian Lama, Allah memulai dengan sebuah pernikahan ( Adam & Hawa), kemudian mengakhiri Perjanjian Lama, lagi-lagi Allah berbicara tentang sebuah pernikahan ( kitab Maleakhi). Mulai ke kitab Perjanjian Baru, Allah berbicara mengenai pernikahan di kitab pertama yaitu Matius.  Yesus juga melakukan mujizat pertama kali ada di dalam pernikahan di Kana. Lalu kitab Perjanjian Baru juga ditutup dengan sebuah perkawinan Anak Domba Allah ( kitab Wahyu). Bahkan Tuhan Yesus menyebut gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Bukankah mempelai wanita hanya ada di dalam istilah pernikahan? Dari situ nampak sekali bahwa Pernikahan merupakan inisiatif Allah dan Allah sangat memandang bahwa Pernikahan itu sesuatu yang KUDUS.

Point dari pelajaran kemarin sebenarnya sudah jeng jun tulis pada postingan jeng jun waktu lalu. Kalau mau baca-baca silahkan klik http://junitasimatupang.wordpress.com/2009/03/07/786/

” Dimana dua atau tiga orang berkumpul, maka Allah hadir ditengah-tengah mereka”, itu salah satu bunyi dari Firman Tuhan.  Itu benar sekali bahwa Allah adalah maha hadir dan kehadiranNya-lah yang kita rasakan.

Namun, dalam sebuah pemberkatan pernikahan ALLAH sungguh hadir secara fisik disana. Kenapa? Karena ketika sepasang pria dan wanita yang mengucapkan janji pernikahan, Allah turut serta dalam perjanjian tersebut. Yang berjanji bukan hanya antara pria dan wanita itu, tetapi juga ALLAH. Makanya pemegang perjanjian pernikahan ( covenant keeper) adalah Allah, suami dan istri.  Allah berjanji akan memberkati pernikahan dan keluarga yang kelak akan terbentuk nanti.

Jika seorang suami/istri meninggalkan istri/suaminya, maka yang ditinggalkan tidak pernah sendiri tetapi dia  bersama dengan Allah memegang perjanjian tersebut ( covenant keeper ).

Amazing right?

“Adalah sebuah kehormatan bagi manusia yang Allah percayakan untuk masuk dalam sebuah pernikahan”

Allah memiliki visi khusus bagi sebuah pernikahan/keluarga.

Cerita sedikit mengenai hasil survey yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat ( AS ) mengenai kondisi negara dan orang-orang yang ada saat ini. AS dikenal sebagai negara adidaya selama 100 tahun belakangan ini. Namun, melihat kondisi AS sekarang ini, pemerintah mengakui adanya penurunan kualitas orang-orangnya.  Banyak negara-negara maju lainnya yang sedikit demi sedikit mulai menguasai dunia. Nah melihat kondisi ini, akhirnya pemerintah AS melalukan sebuah riset untuk mencari jalan keluar agar AS tetap menjadi negara ADIDAYA. Singkat cerita, dari riset yang mereka lakukan, satu solusi yang bisa mempertahankan kredibilitas AS sebagai negara ADIDAYA adalah “pemulihan sebuah keluarga”.

Berdasarkan survei, orang-orang sukses, pandai, cerdas ,orang-orang ahli yang memegang peranan-peranan penting adalah mereka yang lahir dari orang-orang ( nenek moyang ) yang takut akan Tuhan.

Jika sepasang suami dan istri melahirkan anak-anak yang Takut akan Tuhan yang  mengajarkan nilai-nilai Kebenaran Firman Tuhan sejak dini( pendidikan awal lahir dalam sebuah keluarga-red) maka bisa dibayangkan anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yang berpengaruh bagi generasinya. Demikian pula, pasti anak-anak mereka akan mengajarkan hal yang sama kepada keturunan mereka nanti dan demikian seterusnya.

So ? Sudah menangkapkan betapa pentingnya sebuah pernikahan itu dan itulah tujuan Allah men-design sebuah keluarga ( awalnya dari pernikahan). Hanya ada 2 lembaga yang Allah ciptakan yaitu Keluarga dan Gereja.

Masih takut untuk menikah? Tidak perlu rasanya. Jangan takut dengan apa yang akan kita makan, minum dan pakai dalam keluarga kita nanti (yang akan dibentuk dari pernikahan) karena ALLAH-lah yang mempunyai inisiatif dalam sebuah pernikahan.

Jadi teman-teman, jangan terlalu kreatif buru-buru menentukan pilihan untuk teman hidupmu. Jangan memakai pengertianmu sendiri, tetapi bersandarlah pada Tuhan. Libatkan Dia ketika engkau mulai mencari/menunggu pasangan hidupmu. Jangan sampai salah memilih pasangan hidupmu!! Karena ketika janji nikah itu sudah terucap, itu sudah termaterai dan tidak dapat dibatalkan sampai maut memisahkan.

 

Hargailah diri anda dan jadilah pemuda/pemudi yang sehat, menikahlah dengan pemuda/pemudi yang sehat maka PERNIKAHANMU AKAN MENJADI PERNIKAHAN YANG SEHAT.

Be blessed

***cup

 

Oleh: june | Oktober 26, 2009

Wisuda dan Lamaran

 

Puji Tuhan satu persatu akhirnya kelar :D

 

Sabtu lalu akhirnya si mas di wisuda juga. So pasti kedua orangtuanya hadir jauh-jauh dari SOLO untuk berbahagia bersama anaknya tersebut. Jeng jun so pasti ikutan juga dunk :D

 

Mumpung kedua orangtua si mas berada di Jakarta, akhirnya minggu kemarin diadakan acara resmi lamaran di rumah keluarga jeng jun di Kebayoran. Sebenarnya pertemuan sudah pernah dilakukan beberapa bulan lalu. Namun pertemuan kemarin seperti acara resminyalah dengan mengundang beberapa family dekat baik dari jeng jun atau dari si mas.

 

Sekali lagi …Thanks to God…acara berjalan dengan lancar dan aman :D

 

Kenapa jeng jun bilang aman? Karena pertemuan ini sekaligus mempertemukan dua adat dan suku yang berbeda. But, Tuhan bekerja! Tidak ada permasalahan mengenai perbedaan tersebut.

 

Hmm.. kurang lebih sebulan lagi menuju THE DAY. Baik jeng jun dan my beloved sepakat bahwa Tuhan turut bekerja dalam persiapan dan pernikahan kami untuk mendatangkan kebaikan.

 

Terima kasih Tuhan buat kebaikanmu dalam hidupku. Terima kasih sudah menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Mu. Terima kasih atas rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan di dalam-Mu. So, be unto me according to YOUR words, Lord!

 

 

I love u full

 

 

 

***cup

Oleh: june | Oktober 17, 2009

Menghitung hari…

 

Saat-saat ini jeng jun sedang menghitung hari menjelang THE DAY.

 

*What’s the day ?!* 

 

Mungkin seperti itu pertanyaan yang muncul.

 

Jawaban jeng jun sih simpe ajah… Yaaa my wedding day lha… apalagi!! Itu kan kabar yang sedang HOT-HOT -nya beredar saat ini …..* PLAKK!! berasa artis lu Jun.. *

 

Jeng jun mengalami banyak hal, merasakan banyak hal dan pastinya belajar banyak hal lewat persiapan pernikahan ini. Mulai dari 9 bulan mengikuti kelas BPN ( Bimbingan Pra Nikah ), mempersiapkan surat-surat untuk catatan sipil dan beberapa persiapan untuk pernikahan yang jeng urus disini.  Urusan persiapan mental gimana Jun?! Wah..itu sih jangan ditanya… SAYA SIAP :D ..hehe

 

Puji Tuhan, sebagian besar persiapan teknis pernikahan sudah diurus semua oleh orangtua di SOLO. Mereka adalah tangan Tuhan untuk memberkati pernikahan kami :D

 

*Kapan sih tepatnya tanggal pernikahannya Jun?!*

 

Hmmm.. gini deh.. tongkrongi ajah tuh Infotainment Insert Pagi, Siang dan Sore pazti ada tuh tar kabar-kabarinya  * ditamparin rame-rame* 

 

:D

 

17bc4dd4d4fc208c1a9b1fd8e9a41fdd841ceead6d08f82055eef2300d01bae57319ae16c57d12bfa5231b6228ff53b33fc00ec14300a8605c6d7203474cd62ba7d080f32d9338cfc3727361e68e

 

 

Terima kasih Tuhan untuk berkat-berkatMu atas hidup kami.

 

 

I Love u FuLL

 

Semangat!!!

 

 

***cup

Oleh: june | September 24, 2009

Fellowship to Pulau Untung Jawa

 

Beberapa hari yang lalu jeng jun ikut ber-fellowship ria ke Pulau Untung Jawa dengan teman-teman dari komsel Perum dan Gading Serpong. Semua convoy rame-rame naik motor.

 

Perjalanan dari sini ke Tanjug Pasir hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Beuh…jangan tanya ramenya tuh Tanjung Pasir kayak apa!!! Rame bo…

 

Dari Tanjung Pasir menuju ke Pulau Untung Jawanya kami menggunakan jasa perahu ( ya iyalah…klo naik motor ya kelelep :p ). Perjalanan naik perahu kurang lebih 20 menit.

 

Akhirnya sampai juga di Pulau Untung Jawa.  Laper…laper banget!! Bersama dengan beberapa rekan jeng jun makan di sebuah tempat makan sederhana. Rasanya biasa ajah dan harganya standart lha…

 

Setelah menunggu rombongan ngumpul, kami pun berjalan menuju ke Taman Bakau. Di sana kami memutuskan untuk gelar tiker ( bayar pastinya ) dan istirahat sejenak. Lumayan lama juga kami berleha-leha disana sambil ngemil-ngemil makanan berat dan ringan :D

 

Setelah panas matahari sudah mulai bersahabat, akhirnya beberapa temen-temen jeng jun pada berenang di tepi pantai. Malah temen jeng jun yang bernama Rita dan Siska sudah nyebur duluan sejak dua jam kami sampai. Bayangkan saudara-saudara….hampir lebih dari 5 jam mereka di dalam air… hayah..hayah… * geleng-geleng kepala*

 

Jeng jun malas bilasan!! Itulah alasan jeng jun untuk tidak mau basah-basahan. Jeng jun hanya ganti celana pendek lalu nyemplung-nyemplung di tepi pantai sambil berjaga-jaga untuk lari kalau ada air yang mulai nakal membasahi seluruh tubuh jeng jun ( lebay ah kata2nya … :D )

 

Tepat pukul 5 sore kami pun bersiap untuk pulang. Kembali ke Tanjung Pasir dan melanjutkan pulang ke rumah masing-masing. Naik perahu lagi nih…udah gitu antri panjang lagi dengan pengunjung yang lain. Tapi gak begitu lama sih!

 

Pengalaman yang menyeramkan ketika di perahu hendak pulang ke Tanjug Pasir. Jeng jun rasa sih jumlah penumpang yang di kapal tersebut sudah melebihi kapasitas kapal!!! Serem bgt…

 

Seneng juga bisa bersama-sama seperti itu :D

 

 

Kapan-kapan lagi yuk guys… ke Pulau Bidadari gitu :D

 

 

Semangat !!!

 

 

***cup

Oleh: june | September 21, 2009

Rasa ini sungguh tak wajar…

Entah apa namanya tapi jujur rasa ini sudah mulai membuat dadaku sesak and finally berhasil meluap menjadi problem emosi yang sulit sekali ku kendalikan belakangan ini.

 

Actually, tidak ada alasan bagi diriku untuk memelihara rasa ini. Rasa yang benar-benar membuatku muak!! Rasa yang sungguh tidak ku sukai. Rasa yang seringkali melemahkan ku dalam menjalani hari-hariku. Rasa yang membuat apa yang ku lakukan menjadi tidak maksimal.

 

Rasa ini memang tidak setiap saat datang menghantui hari-hariku. Rasa itu baru ada ketika pemicunya mulai menampakkan diri. Saat-saat yang paling tidak ku inginkan. Seperti saat ini yang sedang kurasakan.

 

Yang ku lakukan hanyalah memperkatakan kebenaran yang ku tahu. Ku ingin selalu bersukacita senantiasa karena DIA yang membuat segala sesuatunya indah bagiku.

 

God, I leave my life into YOUR hands…

 

 

Love u full

 

 

***cup

Oleh: june | September 20, 2009

Hi..

 

Lebaran gini jeng jun berada di kantor. Yup! Incharge seperti biasa!

 

Hmmm…

 

Enaknya sih libur ya apalagi hari ini hari minggu so bisa ngumpul-ngumpul sama temen-temen Gereja. Tapi apa mau di kata ( halah…) jeng jun harus masuk kerja!!

 

Di kantor sepi sih…tidak seperti biasa. Tapi enaknya banyak makanan, jadi lumayan kenyang nih :D

 

 

Udah ah…

 
Semangattttttt!!!!!!!!!!

 

 

***cup

Oleh: june | September 16, 2009

Hari ini hari Rabu ternyata…

 

Well, jeng jun kira hari ini adalah hari kamis dan besok schedule jeng jun libur.  Tapi ternyata itu hanya mimpi!!*muka jutek ala peran antagonis di sinetron*

 

Hari ini masih hari Rabu ternyata. Masih satu hari lagi untuk kerja! Jeng jun ngantuk banget hari ini secara kemarin pulang jam 00.30 wib. Iyaa… bener koq anda tidak salah baca! Jeng jun pulang jam 00.30 wib!

 

Kemarin setelah pulang kerja, jeng jun langsung meluncur ke gereja bersama my beloved. Kedatangan jeng jun untuk latihan dengan tim penyembahan DM untuk melayani profetik nantinya di Seminar di salah satu Gereja lokal yang di mentor oleh gereja jeng jun. Seminarnya hari sabtu ini dari pagi hingga malam hari.

 

Memamg sih kami melayani di tim penyembahan pada sesi terakhir yaitu di malam hari. Namun dari pagi atau awal acara, kami sudah berada di tempat untuk menjadi fasilitator/pembina pada waktu seminar nanti.

 

Senangnya bisa memanfaatkan waktu jeng jun untuk melayani Tuhan. Capek sih fisik namun hati bersukacita senantiasa.

 

Sebuah kehormatan dapat dipakai Tuhan untuk melayani Dia. Apalagi jika mendapat kesempatan untuk melayani jiwa-jiwa.

 

Terima kasih Tuhan :)

 

 

Semangat

 

 

***cup

Oleh: june | September 15, 2009

HP mas di curi

 

From: Hendi Setiawan
To: Jeng June
Sent: Tuesday, September 15, 2009 7:41 AM
Subject: D , urgent
D tolong blokir no GSM ma no esia mas. Tadi tas mas jatuh di jalan , trus diambil supir R11. Baru beberapa detik. Cuma ada hp dua ma alkitab. masga punya hp lagi deh . . . sambil bersedih !!!
 
Sorri
 
 
Begitulah bunyi email yang jeng jun terima pagi ini ketika membuka email pribadi jeng jun.
 
 
 
Jawaban jeng jun sih simpe ajah :
 
 
—– Original Message —–
From: Jeng June
To: Hendi Setiawan
Sent: Tuesday, September 15, 2009 7:54 AM
Subject: D , urgent
mas…aku dah telp.. no simpati gak bisa di blokir.. gak ada fasilitasnya begitu…
 
esia jg begitu x mas…. ya wes lah ya.. gak mungkin nomornya dipake ama si pencuri itu….pastilah dibuang …
 
 
yang sabar ya…. hrs lebih hati2 lagii
 
dompet aman kan?
 
 
Ya udah kan mau diapain lagi ? Jeng jun percaya banget kalau ” Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan “.
Asik si mas mau dapet HP baru…
Uhuui….
Semangat mas !!!!
Love u full
***cup
Oleh: june | September 13, 2009

Mereka adalah temanku

 

Hmm…tiba-tiba ajah teringat sama temen-temen jeng jun yang dari kecil udah bersama-sama terutama bersama dalam mengenal Tuhan. I’ll try to describe what kind of them in my mind ya.

 

Let I start with the simple things about them :

 

Roma

Hmm…nona yang satu ini tidak banyak berubah dari pertama kali jeng jun kenal. Ya at least dia inilah temen jeng jun yang paling extrim dan radikal dalam bicara tentang kebenaran. Mungkin orang yang tidak mengenal siapa Roma sebenarnya akan berkata, ” Aneh ya..”. But for me she is such as a sista in  my world life. Roma yang paling tinggi diantara kami dan sekarang ini juga paling big diantara kami ( tenang hun.. people said big is beautifull koq..hehe ). Saat ini teman jeng jun yang satu ini berada di kota lain nun jauh disana ( ah lebay ). Dia ada di Semarang menjalankan kariernya sebagai pelayanan Tuhan… eits.. bukankah panggilan bagi anak-anak Tuhan adalah melayani Bapa? Jadi jeng jun bener dunk … di Semarang roma bekerja di sebuah Yayasan sekolah milik gerejanya. Roma wanita yang dulu jeng jun kenal feminin namun sekarang ini kalau melihat dia koq bisa ya jadi perkasa gitu??! Sekeras itukah Semarang temanku? Hehehe.. gak ding :D …*tutup mulu takut diserbu ama arek2 Semarang tar*. Roma yang enggan membicarakan masalah percintaan, pernikahan dan hal-hal yang berbau “tulang rusuk”. Doi lebih senang membicarakan visi dan misinya dalam pelayanan ke depan.. how to achieve the target… dan penting untuk kalian tahu targetnya adalah kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Dasyat gak tuh bung??!!! *two thumbs up*. Roma ini juga gak pernah lupa mampir ke rumah jeng jun takala dia main ke kota jeng jun ( sebut ajah keq.. Tangerang gitu.. susah amat!! ).

 

Elisabeth

OMG…what can I say about this girl ya….heh? Girl? Oops.. harusnya sih sudah siap disebut Woman but lagunya Britney Spears kayaknya cocok deh buat tingkah lakunya yang unik itu :D … * I’m not a girl…not yet a woman*. Elisabeth yang sekarang jeng jun kenal memang sih menunjukkan beberapa perubahan dibanding elisabeth yang dulu. Namun kalau sudah mulai lepas kendali ( obatnya abis.. hihihi) tingkahnya mengingatkan semua orang yang mengenalnya lama bak ketika ia masih SMP dulu. Ceplas ceplosnya masih berlaku sampai sekarang ini. Even dengen sekuat tenaga( lebay.com) jeng jun menasehati dia…tapi dengan wataknya yang sedikit keras kepala…walhasil..mental juga tuh nasehat jeng jun. She knows what she wanna do! *angkat tangan* . Meski seperti itu, temen jeng jun yang satu inilah yang seolah-olah menjadi perekat bagi pertemanan kami. Dialah yang paling sering punya inisiatif buat acara untuk ngumpul bareng dan di tengah-tengah kesibukan kami masing-masing dialah yang sering keep contact dengan masing-masing dari kami. Good job neng *kasih jempol*.  I wish all your dream will come true and let walk in God’s plan.

 

Siska

Ncis, wanita yang santai dan pembawaannya tenang. Tenang menjalani hari-harinya…slow but sure mengejar mimpinya satu persatu. Kalau ncis ini saat-saat ini jarang sekali bertemu jeng jun karena doi yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan study-nya sementara jeng jun yang padat sekali schedule pemotretan dan shooting kejar tayangnya * prettt * … mau protes? silahkan… :D

 

Marida

Ini juga tak kalah super sibuk dengan temen-temen jeng jun yang lain. Target pekerjaannya membuat dia harus kesana-kemari mengejar waktu (apa sih??!). Actually dari semua temen2 jeng jun yang sedang jeng jun ceritakan di sini, maridalah temen yang pertama kali jeng jun kenal ketika jeng jun hijrah dari kota lama ( jakarta) ke kota tercinta sekarang ini ( tangerang ). Inget banget, dia ini temen SD jeng jun yang sama-sama menjadi siswa baru saat itu! Smart women and busy with her own life :D

 

Stella

Sing a song : ” Stella..dimanakah kau berada…rindu aku ingin jumpaaaa”. Duh sama cewe yang satu ini jarang pisan ketemu! Yang jeng jun tahu bidan yang satu ini pembawaanya menakutkan(hahaha.. kidding :P ). Gak koq.. gak menakutkan but in the first impresion bisa bikin orang mabuk sih..hihihi :D . Stella yang gak jauh-jauh dari hal-hal yang berbau kesehatan. Lucu deh.. mamanya bidan, abangnya dokter, kakaknya perawat dan dia sendiri bidan :D . Lengkap sudah..hihihihi

 

Ya itulah sekelumit cerita sederhana tentang temen-temen jeng jun :D

 

Eits.. don’t judge the book by its cover ya! Jangan begitu saja percaya sama kata-kata jeng jun. Lha.. ini kan blog jeng jun…suka-suka donk kalau mau sedikit lebay :D … atau bisa jadi kan ceritanya sebenarnya lebih parah dari itu :D hehehe *ditimpukin rame-rame*

 

Pokoknya kenal dulu deh baru bisa ikutan-ikutan memberi kesimpulan tentang mereka seperti jeng jun.

 

I hope all is well and all the best for all my friends.

 

Friends, don’t forget to attend my wedding day ya… I really hope that you all will be there….I just wanna share my happiness with all of you at the day…

 

 

Love u full !!!

 

 

***cup

Oleh: june | September 13, 2009

Kita hanya pengelolah

 

Hula…hula…hula :D

 

Happy Sunday all…

 

Tidak disangka hari ini hari minggu jeng jun harus kembali masuk kerja melakukan rutinitas kerjaan jeng jun. Berarti sudah 2 minggu ini jeng jun tidak hadir dalam Ibadah Raya Dewasa Muda.

 

Oiya, jumat malam kemarin jeng jun dan my beloved hadir dalam kelas besar BPN di Nisan Pluit. Tema kelas besar kemarin tentang “Dua sisi mata uang”. Ya, bicara tentang keuangan dalam sebuah keluarga. Dari kilasan kemarin, jeng jun dan si mas emang harus bertobat dalam perkara ini. Bagaimana mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan di hadapan Tuhan. Kadangkala kita sering tidak setia dalam perkara pengatur keuangan. Padahal pengatur keuangan tidaklah kalah penting dibanding mencari uang. Kebanyakan orang fokus hanya pada masalah mencari dan mencari namun tidak mengalami kemerdekaan dalam hal mengelolah keuangan dengan baik di mata Tuhan.

 

Jeng jun dan my beloved benar-benar ingin merdeka dalam perkara ini! Kami sudah mulai mencatat setiap pengeluaran kami dari yang terkecil hingga yan terbesar. Mulai dari biaya parkir pun kami catatat di dalam buku keuangan kami. Ini harus rutin terus dilakukan supaya diakhir bulan nanti dapat mengevaluasi mana yang perlu dan mana yang tidak perlu.

 

Jeng jun dan my beloved sudah sepakat untuk bertanggungjawab dalam menggunakan uang kami. Karena kami sadar bahwa kami hanyalah pengelolah bukan pemilik dari berkat tersebut. Kami harus mempertanggungjawabkan berkat tersebut kepada pemiliknya. Kalau kita bertanggungjawab mengelolah sesuatu yang dipercayakan kepada kita, pasti sang pemilik akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi kepada kita.

 

Semangat!!!!

 

 

***cup

Tulisan Sebelumnya »

Kategori