Pagi ini ketika jeng jun bermain di kamar dengan Ethan sebelum bersiap diri berangkat kerja, jeng jun mendengar suara seorang Ibu di TV yang nampaknya sedang memberikan ceramah Ternyata itu si mbak yang sedang santai karena kerjaannya sudah selesai pagi itu.
Sambil bermain dengan Ethan yang senang ditemenin Mommy-nya bermain sebelum berangkat kerja, jeng jun ikut mendengarkan ceramah si Ibu itu ( mau gak mau ya jeng jun dengar, krn suara si penceramah itu lumayan besar ).
Ceritanya, sedang sesi tanya jawab dan ada seorang wanita menelepon untuk menanyakan sesuatu ke si penceramah itu. Pertanyaannya dimulai dengan bercerita tentang apa yang sedang dialaminya. Intinya adalah si wanita itu curhat kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain. Pernah si suami “bertobat” dan kembali kepadanya namun belakangan si wanita ini menemukan si suami selingkuh kembali. Si wanita ini bertanya apa yang harus dilakukannya.
Jawaban si penceramah ini lumayan membuat jeng jun menghela nafas dan geleng-geleng kepala.
” Ibu, kalau sudah begitu ceraikan saja suami Ibu”, begitu kira2 si penceramah itu menjawab sambil memberikan beberapa kutipan ayat.
Memang jeng jun tidak berada dalam posisi si wanita penelepon tersebut, tapi apa benar nasehat si penceramah tersebut?
Bukankah lebih baik memberikan advise kepada si wanita itu untuk tetap mengingat janji suci yang pernah mereka ucapkan dulu sewaktu menikah. Memberikan kekuatan kepada wanita itu untuk mengampuni suaminya dan tetap mengasihinya. Mengingatkan si wanita iu bahwa ada Tuhan yang sanggup menolongnya dan mengubahkan suaminya. Menyarankan si wanita itu untuk berdoa kepada Tuhan untuk suaminya itu.
Jeng jun ingat pelajaran BPN dulu ( Bimbingan Pra Nikah ) sebelum jeng jun dan suami menikah. Di gereja jeng jun BPN ini memang wajib diikuti selama 9 bulan oleh pasangan yang ingin menikah. Dikatakan Firman Tuhan bahwa “Pernikahan itu seumur hidup, sampai maut memisahkan”. Ketika pasangan wanita dan pria mengucapkan janji nikah, mereka sudah mengikatkan diri terhadap janji itu dan kabar baiknya Allah juga turut mengikat perjanjian dengan pasangan tersebut. Allah berjanji akan memberkati pernikahan tersebut. Apakah perpanjian itu bisa dibatalkan? Tidak, kecuali maut yang pisahkan. Mereka yang memilih berpisah, hanyalah sedang mengingkari janji mereka sendiri! Ketika menghadapi masalah dalam rumah tangga, datanglah kepada Tuhan yang juga turut mengikat perjanjian bersama mereka (pasangan itu). Jangan lupa keberadaan Tuhan yang turut berjanji bersama pada saat mengucapkan janji nikah tersebut.
Mungkin situasi yang dialami wanita itu sangat sulit, tapi bersama Tuhan kan kita cakap menanggung segala perkara!
***cup